Opini
Hari Kebangkitan Nasional dan Krisis Empati Negara
Kebangkitan nasional lahir dari kegelisahan kaum terdidik melihat penderitaan sosial di tengah sistem kolonial yang menindas.
Jangan sampai perguruan tinggi hanya sibuk mengejar administrasi dan angka-angka akademik, tetapi kehilangan keberanian moral untuk menyuarakan persoalan rakyat.
Sebab sejarah kebangkitan nasional menunjukkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari keberanian berpikir dan keberpihakan terhadap kemanusiaan.
Akhirnya, Hari Kebangkitan Nasional tahun ini seharusnya tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga panggilan etis bagi negara untuk kembali mendengar rakyatnya.
Sebab tanpa empati sosial, pembangunan hanya akan melahirkan kemajuan yang kering secara kemanusiaan.
Bangsa ini mungkin terus bertumbuh.
Tetapi pertumbuhan tanpa empati hanya akan menciptakan jarak antara negara dan rakyatnya sendiri.
Dan ketika negara gagal mendengar, di situlah sesungguhnya krisis kebangsaan mulai tumbuh secara perlahan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-28-Johansyah-Mansyur.jpg)