Opini
Semut Pun Membenci Kedustaan
Makna filosofis dari pepatah tersebut bahwa orang yang memegang lempu’ (kejujuran) akan memperoleh kehormatan dan kebaikan hidup.
Oleh: Rukman Abdul Rahman Said
Dosen/Ketua LP2M UIN Palopo
TRIBUN-TIMUR.COM - Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl [16]: 105, إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah para pendusta.”
Ayat ini menunjukkan bahwa kebiasaan berdusta (tidak jujur) merupakan karakter buruk yang bertentangan dengan keimanan.
Sebuah pepatah Bugis mengatakan: “Lempu’ é namadeceng, gau’ maja’ namatappé.” Artinya: Kejujuran itu membawa kebaikan, sedangkan perbuatan buruk akan meninggalkan bekas (akibat).
Makna filosofis dari pepatah tersebut bahwa orang yang memegang lempu’ (kejujuran) akan memperoleh kehormatan dan kebaikan hidup.
Sebaliknya, perbuatan buruk tidak pernah benar-benar hilang; ia akan meninggalkan noda sosial, rasa malu, atau akibat moral.
Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi manipulasi informasi, pencitraan, dan dusta yang sering dianggap biasa, ada sebuah kisah klasik yang sangat menggugah hati.
Kisah itu diriwayatkan oleh seorang ulama Islam, Ibnu al-Qayyim al-Jawziyyah, dalam kitab Miftah Dar al-Sa'adah.
Sebuah kisah sederhana tentang semut, namun menyimpan pelajaran moral yang sangat mendalam tentang kejujuran.
Suatu saat Ibnu al-Qayyim al-Jawziyyah duduk di bawah sebuah pohon, lalu dia melihat adegan yang sangat menakjubkan.
Dia melihat seekor semut berjalan di dekat tempat duduknya, hingga mendekati bangkai sayap seekor belalang.
Semut itu berkali-kali mencoba membawa sayap tersebut, tetapi tidak mampu karena terlalu berat baginya. Akhirnya ia menuju sarangnya (perkampungan semut di bawah pohon itu).
Tidak lama kemudian, muncullah serombongan besar semut bersama semut tadi menuju tempat sayap belalang itu berada. Tampaknya semut itu meminta bantuan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-19-Rukman-Abdul-Rahman-Said-DosenKetua-LP2M-UIN-Palopo.jpg)