Salam Tribun Timur
Hentikan Ricuh di Stadion
Narasi dalam video itu diperkuat oleh caption yang tajam dan emosional. Pertanyaan besar pun muncul: apakah klarifikasi dan permintaan maaf cukup?
TRIBUN-TIMUR.COM - Puluhan jam setelah kericuhan di Stadion Gelora BJ Habibie, muncul satu video.
Viral di media sosial.
Seorang pemuda tampil dan mengaku sebagai pelaku.
Ia meminta maaf.
Menyatakan penyesalan.
Berjanji tidak mengulangi.
Narasi dalam video itu diperkuat oleh caption yang tajam dan emosional.
Pertanyaan besar pun muncul: apakah klarifikasi dan permintaan maaf cukup?
Jawabannya: tentu tidak.
Video itu penting sebagai bentuk tanggung jawab personal.
Namun ia belum menyentuh akar persoalan.
Bisa jadi itu memang pengakuan jujur.
Tapi sekaligus membuka masalah yang lebih dalam.
Karena itu berarti pelanggaran bisa terjadi bukan karena niat jahat, melainkan karena hilangnya kesadaran di saat genting.
Namun ada satu hal yang tidak berubah: konsekuensi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SUPORTER-RUSUH-Stadion-BJ-Habibie-Kota-Parepare-Sulawesi-Selatan-k.jpg)