Klakson Abdul Karim
Kota yang Sempit
Kepadatan itu membuat pandangan kita berjarak pendek, bahkan blur saat hendak menatap sudut-sudut tertentu. Pendapatan pun kian sempit.
Tayang:
Editor:
Abdul Azis Alimuddin
Namun mereka istirahat dari kantor, tapi lanjut bekerja di jalanan.
Begitu sempitnya kota ini, entah berapa ribu orang bekerja di jalanan mencari nafkahnya yang terampas diruang lain.
Malangnya, jalanan besar dikota ini pun terasa sempit lantaran macet.
Sering kita lihat, orang-orang bertengkar dijalan gegara kemacetan.
Betapa sempitnya kota ini.
Setitik sinar matahari pagi nyaris tak ada tempatnya lagi dihunian kita.
Bahkan, seorang rekan bilang; “setanpun tak ada tempatnya lagi di kota ini”, katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Karim-Ketua-Dewas-LAPAR-Sulsel-Majelis-Demokrasi-Humaniora-9.jpg)