Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Pentas Teater 'Monolog Belanja Citra' dan Kabar Pekerja Teater di Sinjai

Yah, Dwi Lestari Johan selaku aktris tunggal pada pementasan ini mampu “meneror” penonton dengan suasana hening yang ia ciptakan.

Editor: Sudirman
Ist
Abidin Wakur, Penyair, Seniman, dan Pendiri Komunitas Tobonga 

Ini bisa dibuktikan dengan sepinya panggung-panggung pertunjukan teater berkelas yang dihelat oleh komunitas seni.

Di samping itu, peran pemerintah setempat dalam  memberi ruang bagi pekerja seni pada umumnya, dan penikmat teater pada khususnya, sangatlah minim.

Indikator itu bisa terlihat dengan tidak tersedianya ruang-ruang publik yang bisa diakses oleh para pekerja seni secara gratis untuk berlatih.

Semisal ruang publik Lapangan Nasional dan Lapangan Sinjai Bersatu saja tidak bisa diakses secara gratis.

Begitu pelaku seni berlatih di sana, maka kantor dinas tertentu yang telah ditunjuk langsung oleh pemerintah, mengirim orangnya untuk menagih retribusi.

Belum lagi dengan tidak tersedianya gedung pementasan yang bonafit dan memenuhi standar pertunjukan seni yang ideal.

Maka wajar saja jika rombongan “Monolog Belanja Citra” yang didanai oleh Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Dana Indonesiana, dan LPDP serta didukung oleh Kala Teater, Aruwa Studio, Meditatif Films, Toko Tepi Jalan, dan Sanggar Sipakainge’ harus menyewa Aula Wisma Hawai Sinjai sebagai tempat pementasan.

Notabenenya gedung dan panggung tersebut tidak memenuhi standar sebagai gedung pementasan teater.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved