Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lensa Publik

Golkar Sulsel, Konsolidasi Belum Selesai?

Namun hasil Pemilu 2019 dan 2024, telah mendepak keperkasaan Golkar dalam kancar politik Sulsel.

Muh Iqbal Latief/Tribun Timur
PENULIS OPINI - Muh Iqbal Latief, salah seorang penulis opini aktif Tribun-Timur.com. Selain itu, Iqbal Latif juga menulis kolom Lensa Publik di Tribun Timur cetak yang terbit setiap hari Kamis. Iqbal Latif adalah Dosen Sosiologi FISIP /Kapuslit Opini Publik LPPM Unhas. 

Oleh: Muh. Iqbal Latief
Dosen Sosiologi/Kapuslit Opini Publik LPPM Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar tingkat provinsi secara nasional, masih menyisakan 3 (tiga) provinsi yang belum melaksanakan pergantian Ketua – salah satunya Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel).

Padahal sejak tahun lalu, wacana pemilihan “ orang nomor satu “ (Ketua) partai berlambang beringin di Sulsel ini – sudah menjadi perbincangan publik.

Surat dukungan suara dari DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Golkar kabupaten kota se Sulsel pun sering menghiasi pemberitaan media massa.

Pengamat yang dikonfirmasi media massa, juga sudah menyampaikan analisisnya secara tajam dan gamblang.

Beberapa waktu lalu, berhembus kabar bahwa Musda Golkar Sulsel akan dilaksanakan Maret tahun ini.

Tapi sampai April, belum ada waktu yang pasti untuk Musda? Nama-nama beken juga sudah digadang-gadang, mulai yang senior Ilham Arief Sirajuddin, ada juga Munafri Arifuddin (kini walikota Makassar), Adnan Purichta Ichsan, Andi Ina Kartika (Bupati Barru), Rahman Pina (Wakil Ketua DPRD Sulsel) dan sejumlah nama lainnya.

Lantas, apa sebenarnya yang melanda Musda Golkar Sulsel?

Mengapa belum ada waktu yang pasti untuk melaksanakan gawe tersebut?

Tanya ini, tentulah orang Golkar yang paling tahu jawabannya.

Namun dari sisi opini publik, beragam analisis dan asumsi yang muncul.

Ada yang mengatakan bahwa sampai saat ini belum disepakati siapa yang cocok memimpin partai beringin rindang di Sulsel.

Lamanya waktu untuk menetapkan Ketua Golkar, dibaca publik sebagai gambaran masih belum jelasnya arahan dari DPP (Dewan Pengurus Pusat) Partai Golkar.

Memang harus ada kehati-hatian dalam menentukan nakhoda Golkar Sulsel, kalau salah memilih maka bisa saja kejayaan Golkar di Sulsel, makin redup.

Padahal 15 tahun yang lalu, Sulsel adalah lumbung suara bagi Golkar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved