Opini
Aliran Sungai Kongo ke Piala Dunia 2026
Dari 16 peserta yang dibagi ke dalam empat grup, Zaire sekamar dengan Brasil, Yugoslavia, dan Skotlandia di Grup 2.
Anelka tidak sendiri dalam daftar itu, Patrice Evra, William Gallas, Bacary Sagna, termasuk Frank Ribery.
Bagaimana di tubuh timnas Zaire di tahun 1970.
Tentu situasinya berbeda, begitu juga cara mereka melakukan perlawanan.
Pemain langsung menujukkannya ke dalam permainan, mereka tidak lagi ngotot mengejar hasil imbang apalagi memburu kemenangan.
Laga terakhir di fase grup menghadapi Brasil, para pemain hanya perlu menjaga ritme agar tidak kebobolan empat gol.
Hanya itu. Sebab, jika itu terjadi, mereka tidak bisa pulang kampung.
Presiden Mobutu, rupa diktator militer yang berkuasa di Zaire itu mengirim pengawal ke kamp latihan dengan titipan pesan ancaman: Zaire tidak boleh kebobolan empat gol, keterangan yang dibeberkan Mwepu Ilunga, bek Zaire ke jurnalis itu justru, menjadi lelucon yang semakin membuat bopeng wajah pemerintah.
Pada akhirnya impian skuad Zaire terwujud, Brasil gagal menyamai capaian Yugoslavia yang menyarangkan sembilan gol, para pemain Zaire selamat karena mereka hanya kebobolan tiga gol saja.
Malah, di satu percobaan tendangan bebas oleh Brasil, seorang pemain Zaire sengaja lebih dulu menyepak bola mati guna mengurangi peluang Brasil menambah gol.
Zaire mengalami konflik horizontal pasca Presiden Mobutu digulingkan di tahun 1997, nama Zaire, adaptasi fonetik bahasa Portugal yang merujuk bahasa setempat: nzere—nzadi, istilah yang melukiskan adanya sungai yang menelan sungai.
Penggambaran ini memang menunjukkan pada aliran Sungai Kongo yang tercatat paling dalam di dunia.
Menilik sejarahnya, benih konflik memiliki akar panjang yang merentang ke era kolonial.
Ringkasnya, Zaire kemudian berubah nama menjadi Republik Demokratik Kongo atau sebutan lokalnya, Kongo-Kinshasa untuk membedakannya dengan negara tetangga, Republik Kongo (Kongo Brazzaville).
Nah, kini di gelaran Piala Dunia 2026, timnas negara Kongo yang lolos kualifikasi ialah Kongo-Kinshasa.
Skuad yang menyita perhatian publik di gelaran AFCON 2025 di Maroko.
Mereka gugur di fase 16 besar dengan sebiji gol penalti dari skuad Aljazair.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/F-Daus-AR-10062026.jpg)