Opini
Menata Estetika Pemilu 2029: Mengapa Kampanye Kolektif Caleg Adalah Solusi Masa Depan
Fenomena ego-sentrisme visual ini tidak hanya merusak estetika ruang publik, tetapi juga mencerminkan rapuhnya tata kelola kampanye kita.
Tayang:
Editor:
Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Risal Suaib Anggota Bawaslu Kota Makassar & Alumni Fisip Universitas Hasanuddin
Kesimpulan
Tata kelola kampanye yang baik bukan sekadar urusan keindahan kota, melainkan instrumen penting untuk menciptakan pemilu yang damai, efisien, dan bermartabat.
DPR dan pemerintah yang memegang palu regulasi di tahun 2026 ini harus berani menelurkan UU Pemilu baru yang akomodatif terhadap konsep kampanye kolektif.
Mari kita songsong Pemilu 2029 yang tidak hanya melahirkan wakil rakyat berkualitas, tetapi juga menyuguhkan proses kompetisi yang sehat, indah dipandang, dan matang secara ekosistem demokrasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-14-Risal-Suaib-Anggota-Bawaslu-Kota-Makassar-6.jpg)