Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Pesta Babi, Papua dan Kita

Awal film dokumenter ini hadir, saya berpikir bagaimana caranya agar saya bisa menontonnya secara full.

Tayang:
Editor: Sudirman
TRIBUN TIMUR/Ist
OPINI - Andi Yahyatullah Muzakkir Founder Anak Makassar Voice 

Oleh: Andi Yahyatullah Muzakkir

Founder Anak Makassar Voice

TRIBUN-TIMUR.COM - Apakah film dokumenter Pesta Babi mampu menjadi pemicu lahirnya kesadaran rakyat dalam menciptakan perubahan sosial?

Semua itu tergantung bagaimana kita meresponnya.

Awal film dokumenter ini hadir, saya berpikir bagaimana caranya agar saya bisa menontonnya secara full.

Saat di mana telah terjadi intimidasi dalam nonton bareng film dokumenter pesta babi ini.

Rasa penasaran itu makin terasa saat saya melihat komunitas, lembaga, aktivis, pegiat literasi dan seterusnya yang akan mengadakan pemutaran film ini mendapat teror, pembubaran hingga represivitas aparat.

Makin membuat saya bertanya-tanya, ada apa dengan film ini, apakah konten dan isinya begitu sangat penting hingga dianggap sebagai sebuah gangguan dan ancaman oleh pihak-pihak tertentu?

Seiring berjalannya waktu saya melihat dan menyaksikan kawan-kawan saya juga di beberapa tempat telah mengadakan nonton bareng film dokumenter ini yang diiringi dengan diskusi bersama audiens yang hadir.

Saya melihat hampir setiap komunitas dan lembaga yang turut mengapresiasi film ini dengan dirangkaikan nonton bareng dan diskusi selalu dipadati orang-orang yang ingin mengetahui isi dari filmnya.

Beruntungnya saya juga telah menonton fullnya melalui youtube.

Awal saya menontonnya, link youtube yang saya temukan juga telah ditakedown, tetapi cerdasnya karena film ini sudah tersebar di mana-mana sehingga filmya dapat dengan mudah kita temui di banyak channel youtube dan platform media sosial lainnya.

Maka, beruntunglah bagi kita semua yang telah mengaksesnya.

Dandhy Laksono sebagai seorang sutradara juga sekaligus narator dalam film ini telah mengajak kita untuk mengenal Papua lebih dalam dan lebih dekat.

Saat di mana media-media mainstream, televisi dan seterusnya mengaburkan itu semua.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved