Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mahmud Suyuti

Persiapan Hari Raya Kurban-2

Rabu 27 Mei mendatang atau sekira lima hari lagi umat Islam merayakan Idul Adha, hari raya kurban.

Tayang:
TRIBUN TIMUR/ist
OPINI - Machmud Suyuti, Dosen Hadis UIM, Mubalig DPP IMMIM dan Katib Am Jam’iyah Khalwatiyah 

Oleh: Machmud Suyuti
Dosen Hadis UIM, Mubalig DPP IMMIM dan Katib Am Jam’iyah Khalwatiyah

TRIBUN-TIMUR.COM - Rabu 27 Mei mendatang atau sekira lima hari lagi umat Islam merayakan Idul Adha, hari raya kurban.

Berkurban, menyembelih hewan pasca Idul Adha merupakan perintah (QS. al-Kautsar/108:2).

Kaidah ushul menegaskan bahwa al-Ashlu fil Amri lil wujub (setiap perintah adalah kewajiban) dan tentu perintah atau kewajiban tersebut ditujukan kepada mereka yang berkemampuan.

Untuk berkurban maka persiapan yang matang khususnya iddad maliyah yakni persiapan finansial, dana, harta keuangan yang cukup untuk membeli hewan yang akan dikurbankan sudah harus terpenuhi minimal sehari sebelum Idul Adha.

Demikian halnya iddad isytirak fil udhuhiyah, yakni kelompok patungan, perkongsian untuk berkurban sudah harus terbentuk.

Panitia kurban Idul Adha dapat dilakukan dengan bermusyawarah pengurus masjid dan warga menyusun struktur inti hingga seksi operasional, membagi tugas jobdesk, serta menetapkan aturan distribusi dan pendanaan.

Panitia yang telah dibentuk selanjutnya berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setempat untuk legalitas kepanitiaan dan efektifitas pelaksanaan kurban.

Panitia kurban kemudian harus memastikan ketersediaan hewan berdasarkan syariat, kambing minimal berumur satu tahun atau telah berganti gigi, sapi atau kerbau minimal berumur dua tahun.

Jadi hewan kurban harus cukup umur dan bebas dari cacat fisik, tidak buta, tidak pincang, tidak dalam kondisi sangat kurus.

Berkurban memang hanya sekali setahun tetapi keutamaan dan pahalanya sangat besar.

Nabi SAW bersabda kepada anaknya Fatimah, bangunlah dan saksikan hewan kurbanmu karena engkau diampuni dari mulai awal tetes darahnya yang pertama dari setiap dosa-dosa yang pernah engkau lakukan.

Hadis lain bahwa, umatku yang terbaik adalah yang berkurban dan yang terburuk adalah mereka yang tidak berkurban.

Kewajiban berkurban dilatarbelakangi kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS (QS. al-Shaffat/37: 102).

Lalu bagaimana dengan sebagian kita yang mampu membeli jam tangan mahal bermerek, membeli Handphone seharga jutaan rupiah, perabot rumah tangga yang mewah, bahkan bisa membeli kendaraan, motor dan mobil sebagai kebutuhan duniawi, namun enggan membeli seekor kambing atau sapi untuk berkurban yang waktunya hanya setahun sekali.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved