Opini
Literasi Digital untuk Makassarku
Tahun 2026, Makassar memasuki fase baru pembangunan fisik dan digitalisasi layanan publik. Keberhasilan Smart City bergantung kesiapan warga
Literasi Digital untuk Makassarku
Oleh: Adekamwa
Humas Pusjar SKMP LAN
Ringkasan Berita:
- Makassar memasuki 2026 dengan percepatan pembangunan dan digitalisasi layanan publik, termasuk aplikasi LONTARA+.
- Namun keberhasilan Smart City bergantung pada literasi digital warga.
- Literasi digital bukan sekadar kemampuan memakai gadget, melainkan kecakapan memahami informasi, memilah sumber, dan bersikap kritis.
- Tanpa itu, teknologi berisiko memperlebar ketimpangan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Tahun 2026 sudah di depan mata.
Kota Makassar memasuki fase baru setelah melewati dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi yang padat sepanjang 2025.
Pembangunan fisik berjalan, layanan publik diperluas, dan digitalisasi dipercepat.
Pada bagian ini, Penulis mencatat satu pertanyaan mendasar.
Sejauh mana kesiapan warga Makassar mengikuti percepatan perubahan kota ini?
Makassar adalah kota yang tumbuh cepat.
Infrastruktur publik terus dibangun.
Jalan, ruang terbuka, dan layanan berbasis digital semakin tersedia.
Tetapi fasilitas, sebaik apa pun, hanya efektif jika digunakan secara sadar dan bertanggung jawab oleh warganya.
Di sinilah tantangan utama muncul.
Bagi Penulis, kota ini tidak hanya menuntut ketangguhan fisik, tetapi juga ketahanan sosial dan kecakapan intelektual warganya.
Literasi Digital sebagai Investasi Jangka Panjang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-16-Adekamwa.jpg)