Opini
Literasi Digital untuk Makassarku
Tahun 2026, Makassar memasuki fase baru pembangunan fisik dan digitalisasi layanan publik. Keberhasilan Smart City bergantung kesiapan warga
Sebagian besar menggunakan gadget.
Kecepatan unduh seluler meningkat tajam dalam dua tahun terakhir.
Artinya, hambatan teknis semakin kecil, sementara tantangan pemahaman semakin besar.
Tren ini menunjukkan bahwa literasi digital tidak lagi soal akses.
Pengguna kini menghadapi banyak kanal, format, dan arus informasi yang simultan.
Tanpa kemampuan memilah dan memahami, warga mudah terjebak dalam informasi yang menyesatkan atau manipulatif.
LONTARA + untuk Warga
Dalam konteks inilah kota Makassar meluncurkan LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar).
Aplikasi ini menandai fase penting transformasi layanan publik pada 2025.
Sebuah inovasi teknologi, yang menunjukkan pernyataan kebijakan tentang arah tata kelola pemerintahan.
Sejak diluncurkan pada 27 Juli 2025, aplikasi layanan aduan LONTARA+ mencatat 2.106 laporan warga kota Makassar hingga 11 Desember 2025.
Aduan didominasi persoalan lampu jalan, disusul persampahan, drainase, serta jalan rusak dan layanan PDAM.
Dari sisi penggunaan, LONTARA+ telah diunduh 42.391 kali.
Kecamatan Manggala menjadi wilayah dengan tingkat pemanfaatan tertinggi, disusul Tamalate dan Rappocini, sementara penggunaan terendah tercatat di Kepulauan Sangkarrang.
Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa LONTARA+ hadir untuk menyederhanakan akses layanan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat akuntabilitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-16-Adekamwa.jpg)