Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Dasi kupu-kupu

Ammar menyusul di belakang berjalan pelan dengan jas hujan yang masih melekat.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TRIBUN OPINI - H. Alim Bahri Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gowa. 

Jadi PSL ini memiliki maksud dan tujuan yang mulia." Ungkap Ammar tenang berharap Gelo bisa mengerti.

 "Dan diketahui bahwa khusus bicara tentang dasi kupu-kupu ini maka kamu harus tahu bahwa ternyata dasi kupu-kupu memiliki sejarah panjang loh. Di mulai abad ke-17 pada pria dewasa mengenakan syal atau kain yang dilikitkan di leher untuk menahan kemeja bagian atas agar tidak terbuka. Kain ini yang kemudian dinamakan Cravat. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Cravat ini berevolusi menjadi dasi panjang dan dasi kupu-kupu yang dalam bahasa inggris disebut bowtie." Beber Ammar.

"Terus?" Gelo makin penasaran.

"Nah, dasi kupu-kupu kemudian menjadi aksesori pakaian pria yang ikonik di dunia mode pria kalangan atas.

Dasi kupu-kupu ini  menunjukkan kreatifitas, kualitas dan bonafiditas bagi para pemakainya.

Bahkan luar biasanya lagi, Amerika memiliki hari dasi kupu-kupu nasional. 

Setiap tanggal 28 agustus rakyat Amerika merayakan  national bow ties day atau hari dasi kupu-kupu nasional.

Di tanggal 28 agustus ini orang-orang Amerika memakai dasi kupu-kupu di kantor, sekolah atau di mana saja. 

Mereka begitu bangga memakai dasi kupu-kupu beraktifitas pada hari perayaan itu.

"Kalau begitu, berarti pegawai kemenhaj beruntung memiliki PSL yang memakai dasi kupu-kupu itu."  Kata Gelo terkagum-kagum.
Matanya menatap Ammar yang terlihat puas bisa menjelaskan panjang lebar khusus tentang dasi kupu-kupu lengkap dengan historisitasnya.

"Tapi bagi saya tetap ada yang aneh," Gelo menatap Ammar sambil menutup mulutnya menahan geli.

"Apa lagi yang aneh, Gelo. Kan saya sudah jelaskan semua." Kali ini nada suara Ammar mulai agak jengkel.

"Bukan kemenhaj yang aneh tapi kamu yang aneh, Ammar." Kata Gelo dengan senyum tertahan. 

"Saya yang aneh? Aneh gimana?" Tanya Ammar berkerut kening.

"Ya kamu aneh, Ammar. karena kamu ingin  meniru pakaian kemenhaj yang mengenakan kopiah, dasi kupu-kupu dan jas hitam.
Tapi masalahnya kamu ini memakai jas hujan, bukannya jas hitam!"
Sembur Gelo tertawa terbahak.

"Oh iya ya, sori" ucap Ammar menahan malu sambil segera melepas jas hujannya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved