Opini
Dasi kupu-kupu
Ammar menyusul di belakang berjalan pelan dengan jas hujan yang masih melekat.
Para bapak bangsa ini sukses memadukan tradisi dan kemoderenan melalui setelan yang dikenakan.
Nah, cara berpakaian para tokoh besar inilah yang kemudian diikuti oleh generasi sesudahnya khususnya lagi yang telah menunaikan ibadah haji.
Dulu ada jargon "otak Jerman, hati Makkah" yang populer di jaman BJ.Habibie.
Maka seperti itu jugalah para bapak bangsa kita di fase awal menatap cita-cita kemerdekaan.
Kaum pribumi tetap mengejar modernitas sebagai ikon kemajuan tetapi tidak meninggalkan jejak tradisi dan agama.
Kira-kira begitu, Gelo." Papar Ammar panjang lebar.
"Hmm, saya mulai paham," ucap Gelo tersenyum.
"Ya, jadi sekali lagi pakaian PSL kemenhaj ini yang kamu katakan aneh tadi ternyata memiliki filosofi yang sarat makna dan nilai historis."
Ammar melanjutkan lagi.
"Ini juga tentu saja menjadi pembeda kemenhaj dengan kementerian lainnya, Gelo," jelas Ammar lancar.
"PSL kemenhaj ini dipakai setiap hari?"
"Ya tidaklah, setiap hari kamis saja dan di setiap kegiatan seremonial di lingkup kemenhaj," ujar Ammar
"Dan pada hari lain juga ada pakaian seragam kemenhaj karena ada keputusan resmi terkait pakaian bagi pegawai kemenhaj." Kata Ammar menambahkan.
"Pakaian PSL kemenhaj ini kesannya sangat berkelas " kata Gelo bernada kagum
"Dibilang berkelas dan stylish emang iya. Harapan dari bapak menteri dan wakil menteri kemenhaj ini agar semangat yang ada di setelan PSL ini menjadi pemicu dan pemacu semangat para pejabat dan pegawai kemenaj untuk menjadi teladan.
PSL ini diharapkan bisa menjadi menginspirasi para pejabat dan pegawai kemenhaj untuk menunjukkan integritas dan kompetensi dalam bekerja persis seperti para bapak bangsa kita terdahulu.
| Kekerasan dan Child Grooming: Urgensi Perlindungan Anak |
|
|---|
| Board of Peace: Ilusi Perdamaian dan Arogansi Moral AS hingga Posisi Politik Etis Indonesia |
|
|---|
| Membangun Ekosistem AI Multikultural: Catatan dari Indonesia |
|
|---|
| Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal: Pelajaran dari Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Menolak Korupsi Senyap: Mengapa Mengembalikan Pilkada ke DPRD Adalah Kemunduran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/H-Alim-BahriKepala-Kantor-Kementerian-Haji-dan-Umrah-Gowa.jpg)