Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Aguswandi

Kurban: Ritual Religius dan Komunikasi Sosial

Sesungguhnya kurban bukan sekadar ritual agama yang bersifat seremonial, tetapi begitu banyak makna yang terkandung di dalamnya.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Aguswandi, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar 

Oleh: Aguswandi
Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Iduladha selalu hadir dalam suasana yang khas bagi masyarakat Muslim.

Selepas hari raya usai ditunaikan, masyarakat berkumpul di tempat-tempat penyembelihan hewan kurban, semantara anak-anak asyik bermain disekitarnya.

Perayaan ini selalu menjadi momen istimewa yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat sekali dalam setahun.

Di balik kegembiraan itu, sesungguhnya kurban bukan sekadar ritual agama yang bersifat seremonial, tetapi begitu banyak makna yang terkandung di dalamnya.

Ia merupakan praktek komunikasi sosial yang memiliki makna simbolik, moral, dan kemanusiaan.

Lazim dalam pemahaman kita selama ini bahwa kurban itu adalah ibada ritual yang diperuntukkan untuk orang yang mampu secara finansial sebagai bentuk ketaatan dalam menjalankan perintah agama.

Namun, jika dipandang dari perspektif ilmu komunikasi, kurban sesungguhnya mengandung pesan sosial yang sangat kuat dan mengakar.

Kurban tidak hanya bicara soal komunikasi antara manusia dengan tuhan (komunikasi spiritual), tetapi lebih dari itu bahwa kurban adalah komunikasi kemanusiaan.

Dengan kurban, kita diajarkan untuk berempati, solidaritas, pengorbanan, dan kepekaan sosial.

Merujuk pada perspektif interaksionisme simbolik dari George Herbert Mead lalu dikembangkan oleh Herbert Blumer menerangkan bahwa manusia memaknai dunia melalui simbol-simbol yang telah disepakati.

Kaitan dengan Idul adha, hewan kurban bukan hanya objek material, tetapi menjadi simbol pengorbanan dan ketakwaan.

Penyembelihan hewan memberikan makna kesediaan manusia untuk menundukkan ego dan kepentingan pribadi demi makna yang lebih besar.

Sementara proses penyaluran daging kurban menjadi simbol kepedulian sosial.

Bicara soal kurban, dasar historisnya pasti merujuk pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved