Opini Ahmad Arfah
Legasi Pejuang Dua Benua, Tuanta Salamaka untuk Peradaban
Kerajaan Gowa Tallo yang tengah berada di puncak kejayaannya, meski begitu jiwa mudanya tidak tersita oleh kemewahan istana.
— 400 Tahun Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari (1626–2026)
Oleh: Ahmad Arfah
Pendidik dan Peneliti
TRIBUN-TIMUR.COM - Perjalanan hidup Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari adalah teladan, contoh perjalanan seorang pejuang yang tak kenal batas geografis.
Lahir pada tahun 1626 (400 tahun lalu) di Moncong Loe, wilayah Kesultanan Gowa-Tallo yang merupakan salah satu kerajaan terkuat di Nusantara.
Ia tumbuh dalam lingkungan aristokrasi.
Kerajaan Gowa Tallo yang tengah berada di puncak kejayaannya, meski begitu jiwa mudanya tidak tersita oleh kemewahan istana.
Pada usia sekira delapan belas tahun, ia meninggalkan tanah kelahirannya untuk menuntut ilmu, sebuah keputusan yang akan membentuk seluruh perjalanan hidupnya.
Dalam sejumlah literatur sejarah, I Lo'mo Ri Antang dan Datuk Ri Panggentungan dikenal sebagai sosok ulama yang menjadi teman seperguruan bagi Syekh Yusuf.
Iapun berlayar menuntut ilmu ke Banten, kemudian meneruskan pengembaraan spiritualnya hingga ke Aceh, Yaman, Mekkah, dan Madinah.
Di Timur Tengah, ia berguru kepada ulama-ulama besar dan mendalami berbagai tarekat sufi, sebelum akhirnya menjadi mursyid yang diakui dalam Tarekat Khalwatiyah, Qadiriyah, Naqsyabandiyah, dan beberapa jalur sufisme lainnya.
Pada akhirnya pulang ke Nusantara bukan sekadar membawa gelar, tetapi membawa khazanah keilmuan yang kemudian ia semai di berbagai penjuru.
Ketika kembali ke Nusantara, Syekh Yusuf ia juga membawa api yang menyala-nyala di dada, keyakinan bahwa agama memuat juga pembebasan.
Pada dekade 1670-an, Syekh Yusuf tiba di Kesultanan Banten dan disambut dengan penghormatan tinggi.
Ia menjadi mufti kesultanan, menjadi penasihat spiritual, sekaligus menjadi guru bagi ribuan santri.
Namun peran terbesarnya justru lahir dari krisis: ketika VOC mulai mencengkeram Nusantara Syekh Yusuf tidak memilih jalan kompromi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-07-Ahmad-Arfah-SS-MHum.jpg)