Ngopi Akademik
Negara Kaya Harus Kuat
Meski upaya pemberantasan korupsi terus berjalan, persoalan ini tidak mudah dituntaskan.
Selain itu, upaya melawan korupsi juga dapat diperkuat oleh nilai-nilai budaya.
Hampir semua masyarakat memiliki prinsip moral yang menolak perbuatan tercela, baik itu konsep malu, kejujuran, keberanian, maupun keteguhan pada prinsip.
Nilai-nilai seperti ini bisa menjadi modal sosial yang kuat untuk mendorong perilaku antikorupsi di berbagai lini.
Ketika budaya kejujuran dihidupkan kembali dalam pendidikan, birokrasi, keluarga, dan komunitas, maka pencegahan korupsi tidak hanya bertumpu pada aturan, tetapi juga kesadaran kolektif.
Hari Antikorupsi seharusnya mengajak kita melihat bahwa pemberantasan korupsi adalah kerja jangka panjang.
Dibutuhkan ekosistem yang solid dengan moralitas yang kuat dimana akademisi sebagai penyedia basis intelektual, masyarakat sipil sebagai pengawas independen, dan penegak hukum sebagai pelaksana utama penindakan.
Ketika ketiganya berjalan dalam sinergi, ruang bagi praktik korupsi pun makin terbatas. Momentum ini menjadi pengingat bahwa korupsi tidak bisa diberantas dengan pendekatan parsial.
Dibutuhkan keberanian, konsistensi, dan kolaborasi. Upaya melawan korupsi bukan pekerjaan satu hari, melainkan komitmen yang harus dirawat setiap waktu.
Dan selama sinergi itu terus dijaga, harapan untuk lahirnya tata kelola yang bersih dan adil akan tetap terbuka.
Akhirnya Sjafri Sjamsoeddin melalui ceramahnya mengingatkan "Ultima Ratio" yaitu cara berfikir dan bertindak demi kelangsungan hidup negara, bahwa negara Indonesia sangat kaya jangan miskin dan dilemahkan karena ulah koruptor untuk itu mari perangi korupsi, ewako!!!Demi kedamaian & kesejahteraan rakyat. semoga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rahmat-Muhammad-12.jpg)