Ngopi Akademik
Negara Kaya Harus Kuat
Meski upaya pemberantasan korupsi terus berjalan, persoalan ini tidak mudah dituntaskan.
Oleh: Rahmat Muhammad
Dosen Sosiologi Unhas
TRIBUN-TIMUR.COM - PERNYATAAN Sjafrie Sjamsoeddin ini bagian dari kuliah umum di kampus Unhas tanggal 9 Desember 2025 bertepatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia).
Dalam konteks ini, "Negara Kaya Harus Kuat" diterjemahkan bebas oleh Menteri Pertahanan tersebut dari pepatah latin "Si_Vis Pacem, Para Bellum" yang berarti jika kamu menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang.
Perang yang dimaksud tentu bukan angkat senjata tetapi perintah "Lawan Korupsi!!!"
Bahwa di dunia militer sudah sangat lazim bagi tentara untuk "Si_Vis Pacem, Para Bellum" sebagai cara terbaik untuk mencegah konflik dan menjaga stabilitas, bahkan sering digunakan dalam konteks strategi pertahanan nasional demi menjaga perdamaian.
Pemahaman tentang sistem ekonomi Indonesia menjadi hal penting menciptakan kedamaian sehingga konsep Pertahanan Mendukung Ekonomi (Defense Supporting Economy) demi menjaga stabilitas keamanan yang vital bagi aktivitas ekonomi lainnya juga meliputi bagaimana alokasi anggaran pertahanan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya sebagai beban biaya.
Pernyataan perang terhadap perilaku korupsi sudah menjadi musuh bersama namun seperti penyakit sosial (pathology) mudah menjangkiti siapapun yang berintegritas lemah menggerogoti kekayaan negara untuk memperkaya diri sendiri atau kelompoknya dengan berbagai macam cara atas godaan yang berpotensi melemahkan negara.
Sehingga tema Hakordia tahun ini "Integritas dan Akuntabilitas untuk Negeri" berupaya kembali menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga pemerintah, tetapi merupakan komitmen kolektif seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan Hakordia menjadi pengingat bahwa praktik korupsi masih menjadi tantangan besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia.
Meski upaya pemberantasan korupsi terus berjalan, persoalan ini tidak mudah dituntaskan.
Di balik setiap kasus, selalu ada intervensi, tekanan, dan berbagai kepentingan yang mencoba melemahkan proses hukum.
Karena itu, refleksi di Hari Antikorupsi bukan hanya soal merayakan momentum, tetapi menegaskan kembali bahwa upaya melawan korupsi membutuhkan kekuatan bersama, bukan kerja satu institusi saja.
Salah satu isu yang sering muncul dalam berbagai diskusi publik adalah pentingnya integritas aparat penegak hukum.
Penindakan kasus korupsi hampir selalu melibatkan risiko-tidak hanya risiko profesional, tetapi juga tekanan politik dan ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rahmat-Muhammad-12.jpg)