Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Klakson

Cekcok NU

Kehadiran mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu di tubuh NU mengundang tanya besar dikalangan Nahdiyyien.

|
Editor: Sudirman
Ist
KLAKSON - Abdul Karim Ketua Dewas LAPAR Sulsel / Majelis Demokrasi dan Humaniora 

NU didirikan oleh ulama yang kental spiritualisme untuk menjaga bangsa ini dengan nilai-nilai spiritulitas khas nusantara.

Money loundry dan tambang merupakan dua urusan yang difahami ummat jauh dari cahaya spiritulitas.

Kasus ini berpeluang mengubah cara pendang publik terhadap NU.

Bila dimasa lalu, orang-orang datang menghadap ke NU memohon berkah spiritualitas— moralitas, maka dimasa datang orang-orang menghadap ke NU untuk mengajak “berkoalisi”.

Tentu aneh. Seharusnya PB NU mengkaji terlebih dahulu Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 yang mengatur pemberian konsesi tambang bagi Ormas.

Kajian itu harus menilik dengan seksama mashlahat dan muslihat “hadiah” konsesi tambang bagi ormas.

Tentu kita heran bila NU tak mengkaji dan membedah aturan itu, sebab kitab suci dan hadist saja rutin dikaji dan dibedahnya sejak berdiri tahun 1926 silam.

Firman Tuhan dan Hadist Nabi aktif dikaji-dibedahnya—mengapa aturan konsesi tambang untuk ormas tak dikajinya?

Padahal saat itu, kaum NU cukup banyak memberi kritik pada PBNU terkait “hadiah” konsesi tambang itu.

Konsesi itu dipersepsi sebagai jebakan negara untuk mengerdilkan dan menekan volume independensi organisasi masyarakat sipil.

Hingga pada akhirnya ormas muntul karena terbelenggu politik balas jasa pemerintah.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved