Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mahmud Suyuti

Puasa Syawal Pahalanya Setahun

Berbagai kebaikan pada bulan Ramadan yang telah dikerjakan harus dijaga dengan prisai dan salah satu prisainya adalah puasa sunnah Syawal.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
OPINI - Mahmud Suyuti Dosen Hadis UIM dan Mubaligh DPP IMMIM 

Oleh: Mahmud Suyuti

Dosen Hadis UIM dan Mubaligh DPP IMMIM

TRIBUN-TIMUR.COM - Hari ini, Jumat/11/4 bertepatan dengan 12 Syawal 14661 bagian dari pertengahan bulan kesepuluh dalam penanggalan Hijriah, merupakan bulan bagi umat Islam disunnahkan (dianjurkan) berpuasa Syawal selama enam hari. 

Hadis Nabi saw bahwa “Siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh (HR. Muslim, Abu Dawud, al-Tirmidzi, al-Nasa’i dan Ibnu Majah).

Hadis lain dengan bentuk dialogis Nabi saw bersabda, “Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai,! (HR. Tirmidzi)”. 

Berbagai kebaikan pada bulan Ramadan yang telah dikerjakan harus dijaga dengan prisai dan salah satu prisainya adalah puasa sunnah Syawal.

Sebab puasa sunnah ini seseorang tebiasa pada hal kebaikan, yakni jika seseorang sedang berpuasa maka tentu ia akan senantiasa menjadikan prisai dirinya untuk terhindar dari keburukan, kesalahan dan dosa maupun maksiat.

Faidah dan Hikmah

Pertama, berdasarkan hadis tadi, maka berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadan akan menyempurnakan ganjaran pahala berpuasa setahun penuh.

Kedua, sebagaimana salat wajib untuk penyempurnaan pahalanya diiringi salat sunnah rawatib yang bila dikerjakan sebelumnya diistilahkan dengan salat sunnah qabliyah dan atau sesudahnya adalah salat sunnah ba’diyah. 

Demikian pula puasa Ramadan sebagai suatu kewajiban, sebelum dan atau sesudahnya diiringi dengan puasa sunnah.

Sebelum Ramadan, disunnahkan puasa qabliyah yang diistilahkan dengan puasa Sya’ban dan ba’diyahnya adalah puasa Syawal.

Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib.

Ketiga, membiasakan berpuasa setelah bulan Ramadan salah satu tanda diterimanya amalan puasa Ramadan.

Karena Allah swt jika menerima amalan hamba-Nya, maka Dia akan memberi taufik pada amalan saleh selanjutnya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved