Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mahmud Suyuti

Berkurban

Berkurban, menyembelih hewan pasca Idul Adha menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam yang mampu.

Oleh: Mahmud Suyuti

Dosen UIM dan Katib Am Jam’iyah Khalwatiyah

TRIBUN-TIMUR.COM - Berkurban, menyembelih hewan pasca Idul Adha menjadi kewajiban bagi setiap umat Islam yang mampu.

Berkurban bisa sendiri-sendiri maupun patungan atau perkelompok. Berkurban bisa selain atas nama dirinya atau keluarganya, bisa juga atas nama orang yang sudah wafat.

Waktu utama penyembelihan kurban adalah pada hari nahr, bertepatan hari Idul Adha atau setiap tanggal 10 Zulhijjah, setelahnya disebut hari tasyriq yakni hari ke-11, 12 dan 13 Zulhijjah sampai terbenamnya matahari, sehingga batas waktu penyembelihan hewan kurban adalah selama hari empat hari.

Kewajiban berkurban dilatarbelakangi kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS (QS. al-Shaffat/37: 102) dan Nabi SAW bersabda, barang siapa yang berkecukupan, lalu tidak berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati mesjid kami (HR. Ibn Majah dan Imam Ahmad), maksudnya bahwa yang berkemampuan dan cukup harta untuk berkurban lalu tidak melaksanakannya, dianggap sia-sia ibadahnya di mesjid.

Berkurban selain ibadah, juga untuk membina solidaritas antar sesama. Jika di momen Idul Fitri umat Islam mengeluarkan zakat berupa makanan pokok yang diberikan kepada fakir miskin, maka di Idul Adha nanti, mereka membina solidaritas dengan cara berkurban sebagai kelengkapan bahan makanan pokok tadi, berupa daging sapi atau kambing dihadiahkan kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya.

Jadi dengan hari Raya Idul Adha hendaknya dijadikan momen pembinaan solidaritas sesama umat, tidak lengkap jika hanya berzakat saat Idul Fitri, namun belum berkurban di Idul Adha.

Keutamaan Berkurban

Berkurban memang hanya sekali setahun tetapi keutamaan dan pahalanya sangat besar.

Nabi SAW bersabda kepada anaknya Fatimah, bangunlah dan saksikan hewan kurbanmu karena engkau diampuni dari mulai awal tetes darahnya yang pertama dari setiap dosa-dosa yang pernah engkau lakukan.

Hadis lain bahwa, umatku yang terbaik adalah yang berkurban dan yang terburuk adalah mereka yang tidak berkurban.
Sayyidina Ali RA meriwayatkan bahwa siapa yang keluar dari rumahnya untuk membeli hewan kurban, maka setiap langkahnya mendapatkan sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh kesalahan.

Apabila berbicara ketika membeli hewan kurban maka pembicaraannya merupakan tasbih. Apabila dia membayar hewan tersebut maka setiap harga dirhamnya mendapatkan 700 kebaikan. Apabila hewan kurban tersebut direbahkan saat hendak disembelih maka setiap makhluk memohonkan ampunan baginya. Apabila darah hewan kurban itu telah mengalir saat disembelih maka setiap tetes darahnya oleh sepuluh malaikat memohonkan ampunan bagi yang berkurban. Apabila daging kurban dibagikan maka setiap kerat baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan seorang hamba.

Firman Allah dalam Hadis Qudsi bahwa Aku memberi pahala dari setiap rambut yang ada pada seorang yang berkurban sepuluh kebaikan. Dari setiap helai rambut diberikan gedung mewah di surga.

Demikian inilah sehingga sejak memasuki sepuluh awal bulan Zulhijjah, seseorang yang berkurban disyaratkan untuk tidak memangkas rambutnya dan memotong kukunya, karena setiap yang tumbuh pada badan orang yang berkurban ada jatah pahala.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved