Opini
SPPG dan Kampus Perjuangan
Waktu ospek dulu, doktrin yang sering saya dengar adalah bahwa saya datang ke Kampus Perjuangan.
Niat untuk menjadi “kampus berdampak” dan hadir sebagai bagian dari solusi sosial tentu patut diapresiasi.
Namun justru di titik itulah ujian sebenarnya dimulai.
Ketika kampus semakin dekat dengan kekuasaan, bahkan menjadi bagian langsung dari pelaksanaan program negara dengan dana besar dan narasi moral yang nyaris mustahil ditolak, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar efektivitas program, melainkan identitas kampus itu sendiri.
Apakah kampus akan memilih kenyamanan sebagai mitra kekuasaan, atau tetap menjaga jarak kritis demi kepentingan publik?
Apakah ia masih bersedia menjadi ruang yang menyuarakan kenyataan, termasuk kenyataan yang tidak ingin didengar penguasa?
Di tengah relasi yang semakin intim antara kampus dan negara, pertanyaan-pertanyaan itu menjadi semakin mendesak untuk dijawab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250927-Ashry-Gego-Sallatu.jpg)