Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Partai Golkar Sulsel dan DNA Kekuasaan

Partai Golkar selalu memiliki karakter berbeda dibandingkan sebagian besar partai politik nasional lainnya.

Tayang:
Tribun-timur.com/ist
OPINI - Muhammad Fadli Noor, Alumni Golkar Institute 

Jeffrey Winters menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia berkembang dalam struktur oligarki yang memperlihatkan hubungan sangat erat antara kekuasaan politik dan kekuatan modal ekonomi nasional.

Oleh sebab itu, Golkar Sulawesi Selatan membutuhkan figur yang mampu menjembatani kepentingan politik daerah dengan pusat kekuasaan nasional, baik dalam lingkar pemerintahan maupun jaringan ekonomi-politik nasional.

Figur semacam itu akan jauh lebih mudah mengonsolidasikan elite daerah, memperkuat mesin partai, serta mengembalikan persepsi publik bahwa Golkar tetap menjadi pusat gravitasi kekuasaan politik paling relevan di Sulawesi Selatan.

Dalam politik modern yang sangat kompetitif, partai tanpa akses terhadap kekuasaan dan modal nasional akan semakin sulit mempertahankan dominasi politik jangka panjang.

Pada akhirnya, kekalahan Golkar di Sulawesi Selatan pada Pemilu 2024 harus dibaca sebagai krisis reproduksi elite kekuasaan, bukan sekadar penurunan suara elektoral sesaat.

Vilfredo Pareto menjelaskan bahwa organisasi politik hanya dapat bertahan apabila mampu melahirkan elite baru yang memiliki kapasitas hegemonik dan legitimasi sosial kuat secara berkelanjutan.

Ketika elite lama melemah sementara elite baru gagal muncul sebagai pusat konsolidasi kekuasaan, maka organisasi politik akan mengalami stagnasi dan kehilangan daya hegemoniknya secara perlahan.

Golkar Sulawesi Selatan tampaknya sedang menghadapi fase politik semacam itu dalam beberapa tahun terakhir.

Oleh sebab itu, masa depan partai akan sangat ditentukan oleh keberhasilannya menghadirkan figur pemimpin yang memiliki legitimasi elektoral, kekuasaan administratif, akses modal nasional, dan kemampuan konsolidasi elite secara bersamaan.

Dalam kultur politik Sulawesi Selatan yang masih sangat patronal, kepemimpinan partai akan jauh lebih efektif apabila berada di tangan kepala daerah aktif yang telah teruji memenangkan kontestasi politik secara nyata dan berkelanjutan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved