Opini
Pelatihan: Kebutuhan Pegawai vs Penunjukan Pimpinan
Urgensi pelatihan secara filosofis dapat dianalogikan dengan kewajiban dalam ajaran agama.
Setelah dirancang Satu Data Pelatihan Pegawai Satu Tahun selanjutnya di implementasikan dalam sebuah inovasi sebut saja nama inovasinya “SIPATEN” atau akronim dari Sistem Pelatihan Pegawai Setahun.
Sistem ini bisa berupa aplikasi atau bisa yang sederhana dengan memanfaatkan aplikasi pengolah data Microsoft Excel.
SIPATEN akan berfungsi sebagai “alat” kontrol/ pengendali utama untuk memastikan bahwa pelaksanaan pelatihan berjalan sesuai rencana dan pegawai mengikuti pelatihan sesuai dengan jadwal, jenis diklat, serta kebutuhan kompetensi yang telah ditetapkan dalam satu data pelatihan.
SIPATEN ini hanya sebuah contoh desain dan bisa diterapkan dilingkungan organisasi terkecil ataupun dikembangkan secara regional bahkan nasional.
Untuk organisasi terkecil, misalnya dilakukan oleh OPD/ SKPD melalui bagian kepegawaian, kemudian lingkup daerah dapat dilakukan oleh BKD/ BKPSDM.
Sedangkan Lingkup Nasional dapat dilakukan oleh Kementerian/Lembaga Pembina ASN.
Sistem Pelatihan Pegawai Setahun (SIPATEN) berbasis “Satu Data Pelatihan” yang mengintegrasikan perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi pelatihan secara sistematis dan berbasis teknologi merupakan salah satu tawaran untuk perbaikan sistem pelatihan pegawai selama ini sehingga kebutuhan pelatihan tepat sasaran dan berkeadilan bagi seluruh pegawai bukan “asal” penunjukan pimpinan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250724-Tulus-Wulan-Juni.jpg)