Kabar dari Langit
Amien Rais di Langit Reformasi
Selanjutnya, semua benteng pak Harto, termasuk tentara melonggarkan dukungannya kepada pak Harto.
Amien Rais di Langit Reformasi (dialog dua orangtua)
Oleh: M. Qasim Mathar
Cendekiawan Muslim
TRIBUN-TIMUR.COM - "PAK Nadja (sapaan akrab teman⊃2; kepada Pak Nadjamuddin Madjid), semoga bapak sehat dan baik bersama keluarga!", saya menyapa temanku itu.
"Kalau kritikan pak Amien Rais bergulir terus, akan berujung pada jatuhnya pak Prabowo. Ingat pengalaman, kritikan pak Amien yang bergulir terus, akhirnya memakzulkan pak Harto dan melahirkan era refomasi."
"Pak Nadja, ada kemiripan dengan saat pak Harto tidak menanggapi kritik pak Amien Rais + tokoh⊃2; + kelompok masyarakat + mahasiswa waktu itu.
Akhirnya mahasiswa menduduki Senayan.
Selanjutnya, semua benteng pak Harto, termasuk tentara melonggarkan dukungannya kepada pak Harto.
Demo mahasiswa bak air bah yang tak terbendung.
Harmoko pun sebagai loyalis fanatik pak Harto, dengan tangan parlemen sebagai ketua MPR/DPR memaksa pak Harto turun...."
"Pak Nadja, saya berharap jangan kisah mertua menjadi kisah menantu pula!"
Pak Nadja menjawab:
"Iye, pak Qasim, terima kasih doa-ta. Sebenarnya pak Amien hanya minta agar pak Prabowo Subianto melepas Tedy yang nota bene dianggap gay."
Kata pak Nadja lagi:
"Saya kira beda pak. Ketika masa sebelum dan saat reformasi, idealisme mahasiswa belum terkontaminasi. Sekarang soliditas mahasiswa gampang dipecah dengan rupiah, bahkan preman pun bisa diberi label mahasiswa."
"Saya setuju", kataku.
"Sekarang pun "ayah" mahasiswa beda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250903_DWN_Diskusi_Forum_Dosen_Prof-Dr-M-Qasim-Mathar.jpg)