Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mahmud Suyuti

Puasa Syawal Pasca Ramadan Pahalanya Setahun

Niat dilafazkan dalam hati pada malam harinya ketika hendak tidur, atau disaat sebelum makan sahur.

Tayang:
TRIBUN TIMUR/ist
OPINI - Dosen Hadis UIM dan Mubalig DPP IMMIM, Machmud Suyuti. 

Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib.

Ketiga, membiasakan berpuasa setelah bulan Ramadan salah satu tanda diterimanya amalan puasa Ramadan.

Karena Allah SWT jika menerima amalan hamba-Nya, maka Dia akan memberi taufik pada amalan saleh selanjutnya.

Ulama Syafiiyyah menyatakan bahwa “balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya.”

Karena itu, barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama.

Keempat, karena Allah SWT telah memberi taufik dan menolong hamba-Nya untuk melaksanakan puasa Ramadan serta berjanji mengampuni dosa hamba-Nya yang telah lalu, maka hendaklah disyukuri dengan melaksanakan puasa Syawal setelah Ramadan.

Kelima, karena puasa Syawal adalah sebagian amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT maka amalan bulan Ramadan yang bertujuan mendekatkan diri kepada-Nya tidak terputus dengan dilaksanakannya puasa syawal selama enam hari di bulan ini.

Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved