Opini Mahmud Suyuti
Harlah 92 Tahun Ansor: Bersatu, Berperan untuk Negeri
Selain itu, peran GP Ansor sejak awal datangnya Islam di negeri ini adalah mengawal para kiai/ulama...
Oleh: Machmud Suyuti
Aktivis GP Ansor Awal Tahun 2000-an
TRIBUN-TIMUR.COM - Hari ini (Jumat/24/4) Gerakan Pemuda Ansor memasuki usia 92 tahun.
Sejak kelahirannya (24/4/1934), organisasi kepemudaan bergensi sekaligus badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) ini memiliki akar sejarah yang cukup dalam, panjang dan berliku.
Bermula sejak tahun 1924 bernama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air), kemudian berubah nama Ahlul Wathan (Pemuda Negeri) bersamaan lahirnya NU tanggal 31 Januari 1926 dan menjadi ourderdon NU tahun 1931.
Selanjutnya menjadi Persatuan Pemuda Nahdlatoel Oelama (PPNO) di awal tahun 1934, dan Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) pada 24 April 1934 bertepatan 10 Muharram 1353 H.
Tanggal dan tahun tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya GP Ansor sesuai hasil Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, 21-26 April 1934.
Ansor Bersatu
Ansor satu komando dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) satu barisan disingkat satu komando satu barisan merupakan tagline simbol loyalitas kader bergerak dalam satu garis komando yang lurus dari pimpinan pusat turun sampai ke tingkat ranting, desa atau kelurahan.
Kenapa satu barisan bukan pasukan? Ya karena kader-kadernya dididik berbaris berdasarkan perintah dalil Shawwu Shufufakum (luruskan shaf-shaf kalian).
Ansor-Banser selalu tegak lurus dalam mengawal NKRI, menjadi penopang dalam menghadapi berbagai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, menegakkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah skala nasional dan internasional.
Jadi ansor bersatu di sini sebagai akronim kepatuhan dalam satu komando hierarkis berdasarkan perintah pimpinan, kepatuhan dalam kesatuan langkah soliditas, meniadakan tindakan semena-mena atas nama individu karena lebih mengutamakan kesatuan dalam berkhidmat.
Kewajiban merawat persatuan dalam QS. al-Hujurat/49:10 sebagai acuan akhuwah (persaudaraan) yang diterapkan kaum Ansor di masa Nab SAW yang membantu kaum muhajirun saat hijrah, sehingga kaum Ansor merupakan komunitas yang sangat berjasa dalam memberi pertolongan untuk perjuangan membela dan menegakkan agama Allah SWT sebagaimana halnya saat ini GP Ansor menjadi garda terdepan dalam melanjutkan peran kaum Ansor.
Dalam Al-qur’an kaum Ansor disebut sebagai generasi penyelamat, penolong dan generasi pelanjut seperti dalam ayat Nahnu Anshorullah (kami generasi pelanjut agama Allah) dan Kunu Anshorullah (jadilah kalian penyelamat agama Allah).
Oleh karena itu, GP Ansor memiliki visi dan misi yang mengacu pada nilai-nilai dasar sahabat Ansor di masa Nabi SAW, yakni sebagai penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam.
Atas dasar itulah, maka peran utama GP Ansor adalah menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, memberi pertolongan dan bantuan khusus kepada masyarakat, terutama dalam kegiatan sosial, keagamaan dan kenegaraan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-05-Mahmud-Suyuti.jpg)