Catatan Bola Willy Kumurur
Nuansa Bening di Lembah Air Mata
Dengan beban berat di pundaknya itu, ia mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang, lalu bergeser ke kanan.
Oleh: Willy Kumurur
Penikmat Bola
TRIBUN-TIMUR.COM - Di setiap final, sang takdir hanya memilih satu untuk menjadi juara.
Yang menang akan bersorak, yang kalah akan menangis pedih.
Demikian pula yang terjadi pada final Liga Champions Eropa yang mempertemukan dua klub top Eropa: Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di Puskás Aréna di Budapest, Hungaria.
Setelah bermain sama kuat 1-1, yang tak berubah setelah perpanjangan waktu dua kali lima belas menit, pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Dari lima pemain PSG, hanya satu yang gagal yaitu Nuno Mendes; dan dipihak Arsenal dari 4 tendangan penalti, satu orang gagal menyarangkan bola ke gawang lawan, yaitu Eberechi Eze.
Skor sementara adu penalti adalah 4-3 untuk PSG.
Saat itu giliran Arsenal yang akan melakukan tendangan.
Jika berhasil, maka skor akan berubah menjadi 4-4, yang berarti adu penalti akan kembali diulang.
Sebaliknya, jika gagal, maka skor akan tetap 4-3 dan PSG akan menjadi juara.
Penendang terakhir dari Arsenal adalah bek berkebangsaan Brasil: Gabriel Magalhães.
Di bawah mistar gawang, kiper PSG asal Rusia, Matvey Safonov, bersiap.
Di belakang gawang, fans PSG mendominasi bangku penonton.
Gabriel berjalan mendekati area penalti.
Sejenak ia menatap ke atas, untuk kemudian mengangkat bola dan meletakkannya tepat di titik putih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Willy-Kumurur-1-7112023.jpg)