Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Pancasila Ada di Dinding, Oligarki Ada di Ruang Rapat

Di tengah terdapat lambang Garuda dengan butir-butir Pancasilanya, di sebelah kanan foto presiden, dan di sebelah kiri foto wakil presiden.

Tayang:
DOK PRIBADI
OPINI - Andi Dody May Putra Agustang, dosen Pendidikan Sosiologi UNM dan mahasiswa S3 UI 

Oleh: Andi Dody May Putra Agustang
Dosen Pendidikan Sosiologi UNM

TRIBUN-TIMUR.COM - Masih saya ingat suasana ruang kelas ketika duduk di bangku sekolah.

Di bagian depan kelas, tepat di atas papan tulis, tergantung tiga bingkai yang hampir selalu ada di setiap sekolah di Indonesia.

Di tengah terdapat lambang Garuda dengan butir-butir Pancasilanya, di sebelah kanan foto presiden, dan di sebelah kiri foto wakil presiden.

Setiap pagi kami memandangnya sebelum pelajaran dimulai.

Di bawah tatapan simbol-simbol itulah kami diajarkan tentang persatuan, kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Sebagai anak-anak, kami menerima semuanya dengan keyakinan yang sederhana.

Kami percaya bahwa nilai-nilai yang tertulis dalam Pancasila benar-benar hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kami membayangkan Indonesia sebagai rumah besar tempat setiap orang memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup layak dan bermartabat.

Namun waktu mengajarkan bahwa kehidupan sosial jauh lebih rumit daripada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Semakin dewasa, semakin terlihat bahwa ada jarak yang tidak selalu mudah dijelaskan antara cita-cita yang diajarkan di ruang kelas dengan kenyataan yang sedang berlangsung di luar tembok sekolah.

Kegelisahan itu kembali muncul setiap kali bangsa ini memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni.

Upacara dilaksanakan dengan khidmat.

Pidato-pidato kebangsaan kembali dikumandangkan.

Media sosial dipenuhi kutipan Bung Karno.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved