Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Muhasabah ke-28: Menjadi Kaya, atau Menjadi Mulia

Cerita ini adalah sebuah kisah nyata yang pernah diceritakan langsung oleh Syekh Ratib An-Nabulsiy.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TRIBUN OPINI - Salman Ahmad Alumnus IMMIM DAN Pakar Ikatan Alumni Timur Tengah 

Kadang, lebih dari itu, seperti ayah bagi anak-anak yang jemputannya terlambat datang. 

Ia bekerja di sekolah.

Menjaga sekolah.

Merawat sekolah.

Tetapi ironisnya, untuk menyekolahkan anak-anaknya sendiri, ia harus berjuang mati-matian.

Sore hari, ketika pagar sekolah ditutup, Ahmad pulang ke rumah kecilnya.

Di sanalah kehidupan yang sesungguhnya menunggu.

Seorang istri yang setia.

Tiga orang anak yang sedang tumbuh dengan kebutuhan yang tak pernah ikut memahami keadaan.

Di depan sekolah itu pula, istrinya membuka warung kecil.

Gorengan. Es teh. Mi instan. Jajanan sederhana untuk anak-anak yang lapar sepulang belajar.

Warung itu kecil. Keuntungannya lebih kecil lagi. 

Penghasilan Ahmad dan istrinya tidak pernah benar-benar cukup.

Setiap hari, ada uang jajan anak.

Ada kebutuhan makan lima orang.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved