Opini
Muhasabah ke-28: Menjadi Kaya, atau Menjadi Mulia
Cerita ini adalah sebuah kisah nyata yang pernah diceritakan langsung oleh Syekh Ratib An-Nabulsiy.
Editor:
Ansar
Tribun-timur.com
TRIBUN OPINI - Salman Ahmad Alumnus IMMIM DAN Pakar Ikatan Alumni Timur Tengah
Ia hanya penjaga sekolah.
Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar naik, Ahmad sudah berdiri di gerbang sekolah tempat ia bekerja.
Tangannya yang kasar mendorong pagar besi yang berat.
Anak-anak datang berlarian, sebagian menyapanya, sebagian hanya tersenyum sambil melintas.
Ahmad hafal wajah-wajah itu.
Hafal langkah kecil mereka.
Hafal tawa mereka.
Tugasnya tidak pernah sesederhana jabatan yang tertulis.
Ia membuka gerbang, menutupnya kembali ketika bel masuk berbunyi.
Kalau lampu kelas mati, Ahmad yang memanjat menggantinya.
Kalau pipa bocor, Ahmad yang membongkar dan memperbaikinya.
Kalau kabel putus, kursi patah, gagang pintu lepas, Ahmad yang dipanggil.
Kadang ia seperti tukang.
Kadang seperti teknisi.
Kadang seperti petugas kebersihan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Oleh-Salman-Ahmad-Alumnus-IMMIM-Pakar-Ikatan-Alumni-Timur-Tengah.jpg)