Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Kawasan Timur Indonesia: Jangkar Intelektual Kita

Dengan demikian lahir orang-orang, para tokoh dan pahlawan yang lantang dan memihak.

Editor: Sudirman
Tribunnews.com
Andi Yahyatullah Muzakkir Komite Sastra Dewan Kesenian Sulawesi Selatan 

Oleh: Andi Yahyatullah Muzakkir

Komite Sastra Dewan Kesenian Sulawesi Selatan

TRIBUN-TIMUR.COM - Kawasan Timur Indonesia membentang secara geografi meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat Daya. 

Kawasan Timur Indonesia ini membentang sepanjang sejarah dengan kultur, tradisi, budaya, adat istiadat, termasuk keunggulan dan karakteristik masing-masing daerah.
Dengannya, lahir jangkar budaya yang kuat.

Dengan demikian lahir orang-orang, para tokoh dan pahlawan yang lantang dan memihak.

Daerah di Kawasan Timur Indonesia ini telah mengukir sejarah panjang hingga hari ini dalam pembentukan sifat dan karakter bangsa dan berkontribusi besar pada perjalanan dalam pembentukan keIndonesiaan.

Sulawesi Selatan sebagai Jangkar Intelektual Kita

Benarkah Sulawesi Selatan sebagai jangkar intelektual kita? Pertanyaan menarik yang cukup baik untuk diulas.

Sepanjang sejarah Sulawesi Selatan telah menorehkan dan mengukir banyak hal.

Dalam bidang politik kita, jejak-jejak itu terkonfirmasi dengan baik. Puncak kejayaan Sulawesi Selatan terjadi abad ke 17 di bawah pemerintahan dan kepemimpinan Sultan Hasanuddin.

Sulawesi Selatan menjadi kekuatan maritim terbesar di kawasan Timur Indonesia kini. Sulawesi Selatan menjadi jalur sentral, jalur penghubung inti perdagangan global kala itu. Dengan demikian menghadirkan kesejahteraan yang berlimpah.

Tidak cukup sampai di situ, wajah politik kita dengan Sultan Hasanuddin sebagai representasi mengukir sebuah kehormatan dan kebanggaan sehingga menjadi simbol yang sangat berarti dan bermakna.

Keagungan nilai, keteguhan dan karakter yang kita miliki menjadi sebuah identitas yang mengakar sampai hari ini.

Dalam beberapa forum kemahasiswaan yang saya hadiri. Termasuk forum permusyawaratan yang ada di Jawa.

Kita dikenal memiliki keunggulan pada keberanian. Seringkali, perdebatan panjang, proses dialektika dan dinamika forum banyak dikuasai dan didominasi oleh para mahasiswa asal Sulawesi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved