Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Muhasabah Sepuluh: Tanam Katamu dengan Akar yang Kuat, Agar Ia Menjulang ke Langit

Ketika itu, kami ditunjukkan pohon besar di depan Pesantren IMMIM Tamalanrea.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TRIBUN OPINI - Salman Ahmad Alumnus IMMIM & Pakar Ikatan Alumni Timur Tengah 

Di meja makan, di ruang rapat, di media sosial, kata-kata bisa berubah menjadi serpihan yang beterbangan, tak berbuah, hanya melukai.

Karena itu, Ramadhan bukan sekadar bulan menahan, tapi juga bulan menanam.

Kita menanam ulang akar, dengan dzikir, dengan kesadaran bahwa Allah mendengar bahkan yang tak terdengar.

Kita belajar bahwa tak semua yang ingin diucapkan harus diucapkan.

Bahwa tak semua yang benar harus disampaikan dengan cara yang melukai, bahkan dalam sebuah tulisan. 

Pohon itu tak tumbuh dalam sehari.

Ia memerlukan musim, hujan, dan kesabaran.

Begitu pula lisan yang baik.

Ia dibentuk oleh Latihan, oleh kegagalan yang disadari, oleh penyesalan yang tak dibiarkan sia-sia.

Dan ketika Ramadhan berlalu, yang tersisa bukan hanya kenangan tentang lapar, tapi juga tentang sebatang pohon kecil dalam diri kita.

Akarnya mulai menghunjam.

Cabangnya mulai mencari langit.

Buahnya belum lebat, tapi ia sudah ada, dan siap dipetik. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved