Opini
Muhasabah Sepuluh: Tanam Katamu dengan Akar yang Kuat, Agar Ia Menjulang ke Langit
Ketika itu, kami ditunjukkan pohon besar di depan Pesantren IMMIM Tamalanrea.
Oleh: Salman Ahmad Alumnus IMMIM & Pakar Ikatan Alumni Timur Tengah
SAAT berkendara di jalan Tun Abdul Razak, saya selalu saja melantunkan shalawat kepada Nabi saw.
Ini adalah resep keselamatan.
Apalagi di saat hujan deras dan angin kencang belakangan ini, yang sering merobohkan pohon yang akarnya tidak kuat, atau yang akarnya tidak kuat lagi.
As Syajarah, yang dalam bahasa Arab, bermakna Pohon, adalah salah satu kosa kata yang kuat menghujam dalam ingatan kami.
Ketika itu, kami ditunjukkan pohon besar di depan Pesantren IMMIM Tamalanrea.
Sambil menunjuk pohon mangga besar itu, Ust Saifullah Allahu Yarhamuh.
lalu meneriakkan; As syajarah, yang diikuti oleh kami semua, secara berulang.
Akhirnya kalimat itu pun tinggal dalam ingatan yang kuat.
Dalam Surah Ibrahim, Allah memberi kita sebuah perumpamaan yang sederhana, tapi tak pernah habis direnungkan:
“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap waktu dengan izin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.”.
Kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya menghunjam ke tanah, cabangnya menjulang ke langit, dan ia berbuah pada setiap waktu.
Saya selalu merasa ayat itu seperti bisikan, bukan perintah.
Ramadhan datang setiap tahun seperti musim yang menguji akar pohon kita.
Kita menahan lapar dan dahaga, tapi yang sering lebih sulit adalah menahan kata.
| Demokrasi yang Malnutrisi |
|
|---|
| Putusan MK dan Runtuhnya Praktik Multi-Audit Perkara Korupsi |
|
|---|
| Katto Bokko: Meneropong Masa Depan Petani Muda Indonesia |
|
|---|
| Ketika Laki-laki Memilih Diam: Kerentanan Bunuh Diri dalam Perspektif Emile Durkheim |
|
|---|
| Padepokan Saung Taraju Jumantara dan Rapuhnya Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Oleh-Salman-Ahmad-Alumnus-IMMIM-Pakar-Ikatan-Alumni-Timur-Tengah.jpg)