Ngopi Akademik
Kembalikan POLRI ke Jalan Lurus
Dalam perspektif Sosiologis, kepercayaan publik merupakan modal sosial yang menentukan legitimasi sebuah institusi.
Pendekatan yang defensif dan minim empati justru memperlebar jarak sosial antara polisi dan masyarakat. Padahal dalam kerangka pelayanan publik, komunikasi yang terbuka dan dialogis merupakan bagian penting dari akuntabilitas institusi.
Selain itu, POLRI juga memiliki pedoman perilaku seperti "Tribrata" dan "Catur Prasetya", serta slogan-slogan yang sering digunakan seperti "POLRI untuk Masyarakat" dan "POLRI Presisi".
Sehingga Reformasi POLRI sebagai ujian keseriusan negara dalam menegakkan prinsip hukum dan demokrasi.
Keberhasilan reformasi tidak diukur dari jumlah tim atau komisi yang dibentuk, melainkan dari perubahan nyata dalam perilaku aparat, penurunan kasus kekerasan, serta meningkatnya rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat.
Tanpa pemulihan kepercayaan publik, reformasi POLRI akan sulit melampaui batas administratif dan benar-benar menjadi perubahan sosial yang bermakna.
Besar harapan kita POLRI dengan motto utamanya adalah "Rastra Sewakotama" yang berarti "Pelayan Utama bagi Nusa dan Bangsa", dan menekankan pengabdian terbaik kepada masyarakat bisa tetap terjaga secara konsisten untuk tetap terjaga POLRI di jalan yang lurus, semoga.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rahmat-Muhammad-12.jpg)