Opini
Lelaki Sesama Lelaki
DULU cinta adalah fitrah yang indah, lelaki jatuh hati pada perempuan, lalu lahirlah keluarga, keturunan, dan peradaban.
Penulis: Dr. dr Rachmat Faisal Syamsu
Wakil Dekan IV / Ketua Satgas Anti-Bullying, Kekerasan Seksual, LGBT, dan Narkoba Fakultas Kedokteran UMI
TRIBUN-TIMUR.COM - DULU cinta adalah fitrah yang indah, lelaki jatuh hati pada perempuan, lalu lahirlah keluarga, keturunan, dan peradaban.
Namun kini, fenomena yang mengkhawatirkan semakin tampak: lelaki mencintai sesama lelaki, menjalin hubungan yang menyimpang dari fitrah.
Di balik kisah yang tampak manis, tersembunyi risiko yang mematikan: meningkatnya kasus HIV/AIDS yang terus menghantui masyarakat kita.
Ini bukan sekadar isu kesehatan, tetapi seruan bagi kita semua untuk kembali menjaga cinta pada jalurnya, agar tidak berubah menjadi jalan menuju derita.
Paragraf pembuka di atas semakin terbukti, bahwa baru-baru ini, Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat 1.431 kasus baru HIV sepanjang Januari-Agustus 2025.
Kota Makassar menjadi daerah dengan temuan tertinggi, yakni 563 kasus, diikuti Kabupaten Gowa 119 kasus, dan Kota Palopo 79 kasus.
Kabupaten dengan kasus rendah antara lain Enrekang (7), Luwu Utara (8), serta Pangkep (9).
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, menjelaskan tingginya kasus di Makassar berhubungan langsung dengan jumlah penduduk.
Faktor risiko paling besar berasal dari Lelaki Seks Lelaki (LSL) dengan 572 kasus.
Disusul pasien dengan penyakit tuberkulosis (162), pelanggan pekerja seks (59), ibu hamil (54), pasangan orang dengan HIV (52), waria (42), dan pekerja seks perempuan (22).
LSL menjadi angka “penyumbang” terbanyak dari kasus baru HIV sepanjang Januari-agustus 2025 di Sulawesi Selatan. Miris.
Data dari Sulsel didukung dengan data nasional bahwa, sepanjang Januari-Maret 2025 ditemukan sebanyak 15.382 kasus HIV-AIDS dengan rincian 4.850 kasus AIDS dan 10.532 kasus HIV.
Kemenkes menyebut jumlah ODHIV yang ditemukan selama periode tersebut didominasi oleh empat kelompok, yaitu LSL (laki-laki seks dengan laki-laki) dengan 4.716 kasus, populasi umum 3.931 kasus, dan pasien TB (tuberkulosis) 2.152 kasus, dan pelanggan pekerja seks dengan 1.206 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/OPINI-Dr-dr-Rachmat-Faisal-Syamsu.jpg)