Opini
Lelaki Sesama Lelaki
DULU cinta adalah fitrah yang indah, lelaki jatuh hati pada perempuan, lalu lahirlah keluarga, keturunan, dan peradaban.
Kembali bahwa LSL menjadi angka “penyumbang” terbanyak juga terjadi di level nasional.
Faktor Penyebab
Menurut Dinas Kesehatan Sulsel, penyebaran HIV tidak hanya karena faktor medis, tetapi juga perilaku sosial di masyarakat.
Misalnya, aktivitas di lingkungan tertentu, seperti tempat gym, bisa ikut berperan dalam meningkatkan risiko penularan.
Ini sudah menjadi lifestyle atau tradisi di lingkungan mereka.
Faktor sosial dalam lingkungan aktivitas itu juga perlu dipertimbangkan.
Fenomena LSL tidak muncul begitu saja; berbagai penelitian menunjukkan ada faktor psikologis, sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berperan.
Sebagian pelaku LSL memiliki riwayat pengalaman buruk di masa kecil, seperti pelecehan seksual atau hubungan keluarga yang tidak harmonis, sehingga mempengaruhi orientasi dan perilaku seksual mereka dikemudian hari.
Faktor pergaulan juga berpengaruh, di mana seseorang yang awalnya heteroseksual bisa ikut terlibat setelah berada dalam lingkaran pertemanan yang normalisasi perilaku tersebut.
Media sosial dan aplikasi kencan yang mudah diakses turut mempercepat pertemuan antarindividu, membuat praktik LSL semakin tersebar luas dan sulit terdeteksi.
Selain itu, ada faktor ekonomi dan gaya hidup yang mendorong perilaku ini.
Beberapa penelitian menemukan bahwa sebagian LSL melakukannya sebagai bentuk pekerjaan atau sumber penghasilan, terutama di kota-kota besar.
Ada pula yang terdorong oleh rasa ingin tahu atau mencari variasi seksual, bahkan meskipun sudah menikah dan memiliki pasangan heteroseksual.
Kombinasi faktor psikologis, tekanan sosial, dan akses yang mudah membuat fenomena ini menjadi tantangan serius, karena berkontribusi pada meningkatnya penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya di masyarakat.
Solusi Agama untuk LSL
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/OPINI-Dr-dr-Rachmat-Faisal-Syamsu.jpg)