Opini
2026: Arah Baru Strategi Baru
Dalam pandangan Roland Bathes ini bisa dilihat dari sisi tanda yang melihat dari objek, bahasa dan fenomena budaya.
Oleh: Andi Yahyatullah Muzakkir
Founder Anak Makassar Voice
TRIBUN-TIMUR.COM - Bagi sebagian orang menganggap bahwa pergantian tahun adalah momen penting.
Hal mana ditandai dengan perayaan-perayaan meriah melalui petasan dan kembang api.
Tidak salah, sebab ini sudah menjadi tradisi yang terus berlangsung pada setiap pergantian tahun.
Dalam pandangan Roland Bathes ini bisa dilihat dari sisi tanda yang melihat dari objek, bahasa dan fenomena budaya.
Maka, ini erat kaitannya dengan fenomena budaya setiap pergantian tahun.
Petasan dan kembang api adalah sebuah sebuah simbol penanda.
Hingga pada perayaan-perayaan seperti ini bagi sebagian orang adalah moment meriah untuk mengukuhkan waktu dan ruang bahwa tahun lama akan segera berganti tahun baru.
Sehingga selalu ada perayaan, meski demikian kalau kita lihat realitas di lapangan maka kebanyakan selalu berujung pada tragedi.
Kita lihat Makassar misalnya, dengan kondisi masyarakat yang heterogen, pandangan hidup dan nilai yang beragam seperti yang menonjol pambangbanga na tolo’ atau gampang panas dan tidak berpikir panjang.
Cara pandang ini sering mengakibatkan momen-momen pergantian tahun selalu berujung konflik dan kekerasan.
Kota-kota besar seperti Makassar pun mengalami suatu fenomena sosial yang mesti diperhatikan penting.
Saya melihat kejadian-kejadian penting seperti tawuran, perkelahian antar kelompok yang didasari dari ketersinggungan personal dan memicu menjadi konflik yang lebih luas.
Dan pemicunya hanya hal sederhana, ketersinggungan akibat bunyi-bunyian petasan. Sehingga, kalau dilihat dari sisi ini memang mestinya ada perlakukan khusus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251103-Andi-Yahyatullah-Muzakkir-Founder-Anak-Makassar-Voice.jpg)