Klakson
Parpol, Berbenahlah
Dimasa lalu, kemarahan tumpah disetiap jalan, di depan gedung-gedung parlamen—tempat kaum terhormat berkantor.
Tentu rakyat tak rela, sebab kondisi perekonomian bawah mengalami kemarau panjang. Amanah sebagai menteri dirasakan tak memihak rakyat.
Sementara rakyat dengan sadar merasakan bahwa kesusahan hidupnya terbit lantaran amanah yang dititipkan dikhianati dengan segala dalih.
Aspirasi yang sering diteriakkan rakyat, tak didengar oleh mereka. Barangkali hanya setan-setan laknat yang mendengarnya.
Lalu saban hari rakyat menyimak para pemegang amanah itu diborgol KPK atau kejaksaan.
Mereka terlibat korupsi. Korupsi adalah pengkhianatan nyata terhadap amanah rakyat.
Mereka yang diprotes oleh rakyat adalah sejumlah legislator dan parlamen secara umum.
Rakyat memprotes kinerjanya, rakyat membutuhkan pembelaannya ditengah kesusahan ekonomi dan kerumitan mata pencaharian. Namun, mereka malah berkata senonoh pada rakyat.
Apa artinya? Ini menunjukan dua hal. Pertama, kinerja, aspek ini berkait dengan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Bila SDM rendah, mustahil ada hasil kinerja yang memuaskan. Bila kinerja tak memuaskan tentu pemeberi amanah kecewa.
Kedua, argumen senonoh. Aspek ini berkait dengan kualitas moral.
Mewakili rakyat dengan SDM yang cukup menjadi timpang ketika aspek moral kosong. Apalagi bila SDM tak layak, moralitas biasanya kian negatif.
Aspek SDM dan moralitas tak diletakkan sebagai prasyarat internal parpol dalam menjaring bakal calegnya.
Mereka bahkan mungkin tak punya standar mutu dalam menjaring caleg-calegnya. Padahal, mutu komptensi SDM dan mutu moralitas merupakan pondasi pokok seorang legislator.
Itulah pentingnya parpol membenahi rekruitmen bakal caleg yang hendak disodorkan pada rakyat untuk dipilih.
Dimasa datang, parpol harus punya mekanisme permanen yang relevan dengan standar SDM dan standar moralitas dalam menjaring caleg.
Dan sangat perlu bakal caleg dimasa datang diseleksi tertulis dan wawancara oleh penyelenggara pemilu. Untuk apa? Agar rakyat tak kecewa. Parpol, berbenahlah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Karim-Ketua-Dewas-LAPAR-Sulsel-Majelis-Demokrasi-Humaniora-1.jpg)