Korupsi PDAM Maros
Dugaan Penyimpangan PDAM Maros Naik Penyidikan, Dirut Sudah Tiga Kali Diperiksa
Muh Shalahuddin mengatakan, dirinya telah memenuhi panggilan penyidik sebanyak tiga kali selama proses penyelidikan berlangsung.
Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
KORUPSI PDAM - Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muh Shalahuddin dan ilustrasi uang korupsi. Dugaan korupsi PDAM Maros naik penyidikan dan sudah tiga Shalahuddin dipanggil sebagai saksi.
Pada 2020, Laba PDAM mencapai Rp2 miliar.
Kemudian 2021 turun menjadi Rp 1,6 miliar.
Pada 2022 kembali turun menjadi Rp424 Juta.
Terakhir pada 2023, laba bersihnya tinggal Rp132 juta.
Salahuddin mengaku, penyebab utama merosotnya laba adalah meningkatnya biaya produksi.
Sementara tarif air tidak pernah naik sejak 2009.
Ia mengakui, saat ini, harga pokok produksi mencapai Rp4.900 per meter kubik.
Sedangkan harga jualnya hanya Rp4.500.
Sehingga PDAM mengalami kerugian Rp400 per meter kubik.
"2023, pendapatan penjualan air Rp27 miliar, tetapi biaya usaha sebesar Rp26 miliar. Laba bersih kami hanya Rp132 juta," kata dia.
Untuk hindari kebangkrutan, PDAM Maros libatkan pemerintah naikkan tarif di 2025.
Tarif itu naik bertahap. (*)
Berita Terkait: #Korupsi PDAM Maros
| Dirut PDAM Maros Dipanggil Kejaksaan soal Dugaan Korupsi, 20 Saksi Sudah Diperiksa |
|
|---|
| Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi PDAM Maros, Laba Rp2 Miliar Jadi Rp132 Juta |
|
|---|
| 20 Saksi Dugaan Korupsi PDAM Maros Sudah Diperiksa Kejaksaan, Dirut Belum Tersentuh |
|
|---|
| Menguak Dugaan Korupsi di PDAM Tirta Bantimurung, Kejari Maros Selidiki |
|
|---|
| PDAM Maros Raup Laba Rp300 Juta, Dirutnya Justru Dilaporkan ke Kejari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Muh-Shalahuddin-dan-ilustrasi-uang-korupsi-m.jpg)