Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Korupsi PDAM Maros

Dugaan Penyimpangan PDAM Maros Naik Penyidikan, Dirut Sudah Tiga Kali Diperiksa

Muh Shalahuddin mengatakan, dirinya telah memenuhi panggilan penyidik sebanyak tiga kali selama proses penyelidikan berlangsung.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
KORUPSI PDAM - Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muh Shalahuddin dan ilustrasi uang korupsi. Dugaan korupsi PDAM Maros naik penyidikan dan sudah tiga Shalahuddin dipanggil sebagai saksi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kasus dugaan penyimpangan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Maros, kini berstatus penyidikan.

Peningkatan status kasus ini dilakukan Kejaksaan Negeri Maros pada April lalu.

Sebelum ditingkatkan ke tahap penyidikan, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Bantimurung Maros, Muh Shalahuddin sempat dipanggil tiga kali oleh penyidik sebagai saksi.

Muh Shalahuddin mengatakan, dirinya telah memenuhi panggilan penyidik sebanyak tiga kali selama proses penyelidikan berlangsung.

“Sudah tiga kali,” katanya saat ditemui di ruangan Sekda Maros usai penyerahan laba PDAM ke Pemda Maros, Selasa (6/5/2026) kemarin.

Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan tersebut penyidik menanyakan terkait pemberian insentif kepada pegawai PDAM.

Ia mengatakan, insentif diberikan untuk mendorong kinerja pegawai dalam meningkatkan pendapatan perusahaan.

“Untuk pemberian motivasi agar pegawai bisa lebih berkinerja. Di PDAM kami harus bekerja dulu cari pendapatan baru bisa membiayai operasional dan gaji,” jelasnya.

Shalahuddin pun membantah laporan awal kasus yang berkaitan dengan dugaan tidak adanya setoran laba ke pemerintah daerah.

“Sejak saya menjabat di tahun 2020, setiap tahun kami sudah menyetorkan dividen sesuai dengan laba yang kami peroleh,” katanya.

Ia merinci, laba PDAM Maros dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi.

Pada 2021, laba perusahaan sempat menembus Rp1 miliar, sedangkan pada 2022 berada di angka Rp300 jutaan.

2023 pendapatan menurun drastis di angka Rp373 juta, Sementara pada 2024 berada di kisaran Rp373 juta dan  2025, laba tercatat sebesar Rp929 juta.

Ia menjelaskan, penurunan laba dipengaruhi berkurangnya pendapatan dari salah satu pelanggan utama, yakni AURI.

Ia menjelaskan, sejak 2022 pelanggan tersebut tidak lagi menggunakan layanan PDAM secara optimal akibat dampak kemarau.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved