Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hakim Agung Ibrahim Pulang ke SMAN 1 Maros, Bangga Hadir Perpisahan Almamater

Ibrahim mengaku bersyukur dapat kembali ke almamaternya sebagai alumni

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
HAKIM AGUNG - Hakim Agung Mahkamah Agung RI, Ibrahim (baju merah) menghadiri acara penamatan dan perpisahan 345 siswa kelas XII SMAN 1 Maros di gedung serbaguna, Kecamatan Turikale, Kamis (7/5/2026). Kehadiran Ibrahim yang merupakan alumni angkatan 1981 saat sekolah itu masih bernama SMA 285 menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Hakim Agung Mahkamah Agung RI, Ibrahim menghadiri acara penamatan dan perpisahan 345 siswa kelas XII SMAN 1 Maros di gedung serbaguna, Kecamatan Turikale, Kamis (7/5/2026).

Kehadiran Ibrahim yang merupakan alumni angkatan 1981 saat sekolah itu masih bernama SMA 285 menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Ibrahim mengaku bersyukur dapat kembali ke almamaternya sebagai alumni yang kini dipercaya menduduki jabatan penting di tingkat nasional.

“Perasaan saya tentu berbahagia dan bersyukur. Berbahagia karena saya bisa menempati posisi penting di Republik ini dan semoga itu menjadi ladang untuk saya berbuat kebaikan,” katanya.

Ia mengenang masa-masa sekolahnya di SMAN 1 Maros.

Menurutnya, hal yang paling membekas adalah ketulusan para guru dalam mendidik siswa.

“Beliau mendidik kami dengan ikhlas,” ujarnya.

Kepada para siswa, Ibrahim menekankan pentingnya menjaga integritas dan kejujuran dalam kehidupan.

Ia menyebut, pendidikan hukum sejatinya perlu dikenalkan sejak dini, terutama nilai-nilai dasar seperti kejujuran dan kemanfaatan.

“Terutama nilai-nilai dalam ilmu hukum itu misalnya nilai-nilai kejujuran, nilai-nilai kemanfaatan. Itu penting. Karena kejujuran itu modal utama,” jelasnya.

Ibrahim juga memberikan motivasi kepada siswa yang bercita-cita menjadi Hakim Agung.

Ia menuturkan, seseorang harus mempersiapkan kemampuan akademik dan integritas dengan baik.

“Sebagai manusia biasa dia harus mempersiapkan diri baik-baik, kemampuan akademiknya dan juga soal integritasnya. Dan yang terakhir, menjadi Hakim Agung itu soal takdir,” imbuhnya.

Selain itu, Ibrahim mengingatkan generasi muda agar tidak terlalu mendewakan teknologi.

Menurutnya, teknologi hanya sarana untuk berkembang, sementara nilai-nilai kehidupan tetap harus menjadi pedoman utama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved