Opini
Pendidikan Tinggi, Apresiasi Rendah: Ironi Profesi Bidan di Indonesia
ribuan perempuan Indonesia mengabdikan diri menempuh pendidikan kebidanan yang semakin menuntut profesionalisme tinggi.
Tayang: | Diperbarui:
Editor:
Muh Hasim Arfah
Dan terakhir, perlu adanya pengakuan sosial yang lebih luas, bahwa bidan bukan sekadar "pembantu persalinan", melainkan profesional kesehatan dengan kontribusi besar bagi kualitas generasi bangsa.
Sudah saatnya kita berhenti melihat bidan hanya sebagai tenaga pelengkap dalam sistem kesehatan.
Mereka adalah penentu keselamatan ibu dan bayi dari dua kelompok yang paling rentan dalam siklus kehidupan manusia.
Apresiasi tidak harus selalu berbentuk materi, tetapi dimulai dari keberanian untuk memperjuangkan kebijakan yang adil dan berpihak pada mereka.
Sebab jika profesi bidan terus dipandang sebelah mata, kita sedang mempertaruhkan masa depan kesehatan masyarakat kita sendiri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jusrawati-kebidanan.jpg)