Opini
Hutan Runtuh, Air Mengering: Kapitalisme dan Krisis Air
Air bersih sebagai bagian dari sumber daya alam yang paling vital bagi kehidupan manusia.
Rasulullah saw menegaskan, artinya, ”Imam adalah ibarat penggembala dan hanya dialah yang bertanggungjawa terhadap gembalaannya (rakyatnya),” (HR Muslim). .
Ketiga, negara berkewajiban mendirikan industri air bersih perpipaan sedemikian rupa sehingga terpenuhi kebutuhan air bersih setiap individu masyarakat kapanpun dan dimanapun
berada.
Sebagaimana dalam fakta sejarah peradaban Islam di kota Samarkand memiliki sistem perpipaan timah. Air dialirkan melalui saluran berjajar.
Ahli geografi al-Istakhri (pertengahan abad ke-10) mengatakan bahwa di kota, ada persediaan air untuk yang kehausan.
Contoh Berikutnya istri Khalifah Harun al-Rashid pernah memasok Mekah dengan air.
Baghdad, dengan populasi lebih dari 800.000 (abad ke 10) dilayani oleh sistem kanal yang memberikan akses kota hingga ke laut.
Keseluruhan tiga konsep diatas adalah aspek yang terintegrasi dengan sistem kehidupan Islam.
Sistem kehidupan Islam sukses menjaga kelestarian air berikut segala faktor lingkungan yang dibutuhkannya.
Tampak dari berlimpahnya air di kota-kota besar, seluruh pemukiman penduduk hingga desa dan wilayah pertanian.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Siti-Fatimah-Umamit-ST-M-SP-Dosen-Prodi-Perencanaan-Wilayah-5.jpg)