WFH Berpotensi Ciptakan Long Weekend dan Kesenjangan Sosial
Di satu sisi, ada daerah yang mampu menekan biaya, seperti pengeluaran BBM hingga ratusan juta rupiah.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Pekerja formal seperti ASN memiliki fleksibilitas tertentu melalui kebijakan WFH, sementara pekerja informal tidak memiliki kemewahan yang sama.
Perbedaan ini berpotensi memunculkan stratifikasi sosial, terutama jika dikaitkan dengan pendapatan dan beban kerja.
Di sisi lain, lemahnya pengawasan menjadi tantangan utama.
Kontrol terhadap aktivitas kerja di rumah belum sepenuhnya efektif.
Pemanfaatan teknologi memang memungkinkan, tetapi di saat yang sama berisiko menimbulkan ketidaknyamanan bagi pegawai.
Pengawasan terlalu ketat, seperti pelacakan aktivitas secara terus-menerus, justru dapat menciptakan tekanan baru.
Sementara itu, tanpa pengawasan memadai, potensi penyimpangan tetap terbuka lebar.
Situasi ini semakin kompleks karena WFH bukan hal baru.
Berbeda dengan masa awal pandemi, saat ini ASN sudah terbiasa dengan pola kerja fleksibel.
Kondisi tersebut membuka peluang munculnya berbagai cara untuk menghindari kedisiplinan kerja.
Bahkan dalam kondisi bekerja di kantor sekalipun, potensi ketidakdisiplinan tetap ada.
Apalagi ketika sistem kerja berpindah ke rumah, dengan jarak yang lebih jauh dari pengawasan langsung pimpinan.
Karena itu, penerapan WFH tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga menyangkut disiplin, pengawasan, dan keadilan sosial.
Tanpa pengelolaan yang tepat, kebijakan ini berpotensi melahirkan persoalan baru di tengah masyarakat.
| WFH Pemkab Maros, Bupati Chaidir Syam Matikan Sendiri Listrik |
|
|---|
| ASN Disdukcapil Torut Tetap Kerja Hari Jumat, Tak ada Work From Home |
|
|---|
| Ketika Langit Makin Mahal |
|
|---|
| WFH Turunkan Produktivitas, Sosiolog Unhas Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Paradoks WFH, Sosiolog Soroti Potensi Tekor di Listrik dan Internet dan Perilaku Hedon ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260407-Dr-Rahmat-Muhammad-saat-Ngobrol-Virtual-2.jpg)