Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Koran Tribun Timur Hari Ini

Proyek Pemprov Sulsel Antre Mangkrak

Syakir berharap pemerintah provinsi turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut agar proyek tidak terus terbengkalai.

Tayang:
Tribun-timur.com
PROYEK MOLOR - Papan nama proyek DI Apareng jalan ditempat pembangunannya. Proyek Pemprov Sulsel ini gagal rampung yang anggarannya Rp 3,3 miliar lebih/dok.Syakir 

TRIBUN-TIMUR.COM - Proyek infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai berada di titik rawan.

Kenaikan harga aspal menembus lebih dari 50 persen berpotensi membuat proyek multiyears molor.

Tidak menutup kemungkinan antre mangkrak jika tidak segera diantisipasi.

Salah satu sorotan datang dari proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Apareng di Kelurahan Sangiasserri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, yang hingga kini belum berfungsi.

Proyek yang bersumber dari APBD Sulsel 2020 itu sejatinya ditujukan untuk memperkuat sistem pengairan pertanian di wilayah tersebut.

Baca juga: DPRD Sulsel Ingatkan Enam Proyek Jalan Terancam Molor

Namun hingga 2026, pekerjaan tersebut tak kunjung rampung.

Berdasarkan papan proyek di lokasi, nilai kontrak pekerjaan tercatat Rp3,35 miliar dengan pelaksana PT Putra Utama Global dan konsultan pengawas CV Darma Anugrah Konsultan.

Warga setempat menyatakan proyek tersebut sudah lama terhenti tanpa kejelasan lanjutan pekerjaan.

“Proyek itu tidak ada kemajuan sampai sekarang, sejak terhenti pekerjaan 2020 sampai sekarang,” kata Syakir, warga setempat, Rabu (6/5/2026).

Kondisi rehabilitasi saluran air Apareng 1, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/1/2025).
Kondisi rehabilitasi saluran air Apareng 1, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/1/2025). (TRIBUN-TIMUR.COM/SAMSUL BAHRI)

Ia menjelaskan, salah satu penyebab mandeknya proyek adalah persoalan lahan warga terdampak galian alat berat untuk jaringan irigasi dari Sungai Apareng.

Sejumlah tanaman produktif seperti cengkih milik warga ikut terdampak, namun hingga kini belum ada penyelesaian ganti rugi.

Syakir berharap pemerintah provinsi turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut agar proyek tidak terus terbengkalai.

Baca juga: Wabup Gowa Tolak Anggaran Stunting dan Miskin Ekstrem Dipangkas Pemprov Sulsel

“Harapan saya, ingin ketemu dengan pemerintah yang punya kewenangan terkait irigasi ini,” ujarnya.

“Terus yang kedua mengenai irigasi yang pernah dianggarkan ada beberapa yang belum diselesaikan oleh pemerintah, yaitu tanaman yang disepakati pada saat itu akan diganti tapi sampai hari ini belum ada etika baik dari pemerintah,” Syakir menambahkan.

Jika proyek ini dilanjutkan, manfaatnya akan sangat besar bagi petani di Kelurahan Sangisserri, Desa Gareccing, dan Desa Alenangka, dengan cakupan sekitar 600 hektar lahan pertanian.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved