WFH Turunkan Produktivitas, Sosiolog Unhas Ungkap Penyebabnya
Sebaliknya, saat bekerja dari rumah, pola kerja cenderung berubah menjadi lebih individual.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Sosiolog Unhas, Rahmad Muhammad, menilai penerapan work from home (WFH) memiliki potensi cukup besar dalam menurunkan produktivitas kerja.
Menurutnya, hal ini tidak lepas dari perbedaan mendasar antara lingkungan kerja di kantor dan di rumah.
Lingkungan kantor pada dasarnya dirancang untuk mendorong fokus serta kolaborasi antarpegawai.
Sistem kerja yang terstruktur membuat setiap individu dapat bekerja secara lebih terarah.
Di kantor, pegawai juga bekerja dalam tim dengan pola yang saling terhubung.
Interaksi langsung dengan rekan kerja menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian tugas.
Komunikasi yang berlangsung secara tatap muka dinilai mampu meminimalkan kesalahpahaman serta memperlancar alur pekerjaan.
Sebaliknya, saat bekerja dari rumah, pola kerja cenderung berubah menjadi lebih individual.
Minimnya interaksi langsung membuat koordinasi tidak selalu berjalan optimal.
Kondisi ini, lanjutnya, dapat memunculkan penurunan motivasi kerja, terutama ketika pegawai menghadapi kendala dalam menyelesaikan tugas.
Baca juga: WFH Berpotensi Ciptakan Long Weekend dan Kesenjangan Sosial
Dalam situasi tertentu, persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan bersama tim justru menjadi tertunda.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan pekerjaan tersebut ditinggalkan.
Hal ini tentu berpotensi menghambat kelancaran proses kerja secara keseluruhan.
Karena itu, WFH dinilai tetap memiliki risiko terhadap produktivitas, terutama jika tidak diimbangi dengan sistem kerja yang jelas dan dukungan yang memadai dari organisasi.
Ia menegaskan, diperlukan strategi yang tepat agar fleksibilitas kerja tetap sejalan dengan pencapaian kinerja yang optimal.
| WFH Berpotensi Ciptakan Long Weekend dan Kesenjangan Sosial |
|
|---|
| Mengukur Efektivitas Kebijakan Work From Home |
|
|---|
| Tak ada WFH dan Kenaikan Biaya Kuliah Serta Wisuda di UMI, Rektor: Kita Siap Sebelum Badai Datang |
|
|---|
| Jusuf Kalla: WFH Bukan Solusi Hemat BBM |
|
|---|
| Munafri Arifuddin Bakal Sanksi Pejabat Jika Lambat Respon saat WFH/WFA |
|
|---|