Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen, Kadin: Sinyal Kuat bagi Dunia Usaha
Pertumbuhan ekonomi 6,88 persen menjadi sinyal penting bagi para pelaku usaha tingkatkan ekspansi bisnis
Ringkasan Berita:
- Pertumbuhan ekonomi Sulsel di Q1 2026 mencapai 6,88 persen
- Angka ini melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,61 persen
- Kadin sebut sinyal penting bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspansi bisnis di Sulsel
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mencapai 6,88 persen pada Triwulan I 2026 mendapat respons positif dari kalangan dunia usaha.
Angka ini melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,61 persen, sekaligus menunjukkan akselerasi ekonomi daerah yang semakin kuat.
Ketua Kadin Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras, menilai capaian tersebut menjadi sinyal penting bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan ekspansi bisnis di Sulawesi Selatan.
“Pertumbuhan di atas nasional ini memberikan pesan kuat bahwa Sulsel sedang dalam fase ekspansi. Ini momentum yang baik bagi pengusaha untuk memperbesar usaha dan membuka peluang baru,” kata Andi Iwan kepada wartawan Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, pertumbuhan yang ditopang sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menunjukkan bahwa ekonomi Sulsel bertumpu pada sektor riil yang kuat.
Kondisi ini dinilai lebih sehat dan tahan terhadap gejolak global.
“Kalau sektor riil yang tumbuh, artinya aktivitas produksi berjalan, distribusi bergerak, dan konsumsi masyarakat terjaga. Ini lingkungan yang positif bagi dunia usaha,” jelasnya.
Andi Iwan menambahkan, pertumbuhan tersebut juga berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat.
Dengan bertambahnya lapangan kerja dan aktivitas ekonomi, permintaan terhadap barang dan jasa diperkirakan ikut meningkat.
“Bagi pengusaha, ini berarti pasar semakin terbuka. Daya beli masyarakat membaik, sehingga peluang usaha di berbagai sektor ikut tumbuh,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya menikmati momentum, tetapi juga meningkatkan daya saing.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan efisiensi, inovasi, dan penguatan jaringan bisnis.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan membangun kemitraan. Jangan hanya jadi penonton di daerah sendiri,” tegasnya.
Kadin Sulsel juga mendorong agar pengusaha lokal mampu naik kelas, terutama dengan memanfaatkan peluang di sektor hilirisasi pertanian dan industri pengolahan yang kini menjadi penopang utama ekonomi daerah.
| Kalahkan Jatim dan DKI Jakarta, Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen di Kuartal I 2026 |
|
|---|
| Pengamat: Sektor Produktif Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Triwulan I 2026 |
|
|---|
| B50 Bukan Hanya soal Energi Terbarukan, tapi Juga soal Hilirisasi Sawit |
|
|---|
| Daya Beli Terancam! |
|
|---|
| Alarm Kadin Sulsel! BBM Non Subsidi Naik, Biaya Usaha Membengkak, Daya Beli Terancam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260508-Ketua-Kadin-AIA.jpg)