Opini
Paradoks Kekayaan Alam Luwu Raya
Namun, ketika ditanya apakah kehidupan masyarakat di sekitarnya ikut berubah secara signifikan, ia hanya tersenyum.
Wilayah ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban, budaya kerja yang kuat, semangat gotong royong, dan posisi strategis sebagai salah satu simpul ekonomi kawasan timur Indonesia.
Modal sosial seperti ini sering kali lebih berharga dibandingkan kekayaan yang tersimpan di dalam perut bumi.
Kisah tentang Luwu Raya bukanlah kisah tentang nikel, emas, sawit, atau hutan semata. Ini adalah kisah tentang bagaimana manusia mengelola anugerah yang diberikan alam.
Sebab kekayaan alam hanyalah alat. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan manusia.
Jika suatu hari seorang nelayan di Towuti, seorang petani di Masamba, seorang pedagang di Palopo, dan seorang pemuda di Belopa dapat merasakan manfaat yang nyata dari kekayaan daerahnya, maka saat itulah paradoks tersebut berakhir.
Dan ketika itu terjadi, Luwu Raya tidak lagi dikenal sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam, melainkan sebagai wilayah yang berhasil mengubah kekayaan alam menjadi kemakmuran yang adil bagi seluruh rakyatnya. Terima kasih
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/26032026_Baharuddin-Solongi.jpg)