Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kilas Tokyo

Saatnya Kita Maju

Kini saatnya kita Maju! Ini bukan sekedar kata kosong, tapi kesempatan emas itu benar benar ada sekarang. Kita punya potensi besar untuk itu.

Tayang:
Tribun-timur.com
KILAS TOKYO - Muh. Zulkifli Mochtar, Diaspora Indonesia di Tokyo, Ketua ICMI Jepang. 

Inilah satu penyulut rendahnya kelahiran anak diatas.

Instrumen lain banyak bemunculan, kepemilikan rumah anak muda yang menyusut misalnya.

Menurut laporan ekonomi Business Insider tahun 2024 lalu, tahun 2018 hanya 26 persen homeownership rate dimiliki kepala rumah tangga kelompok usia 30 hingga 34 tahun — turun dari 46 % pada tahun 1983.

Mereka cenderung lebih ingin ‘diversified values’, kepemilikan properti bukan masalah besar.

Disinilah bonus demografi – sebuah istilah yang dipopulerkan oleh ekonom Harvard David Bloom dan David Canning, adalah kesempatan emas maju secara signifikan sebuah negara.

Indonesia menurut prediksi akan mengalami fase ini ditahun 2030 hingga 2040 dimana usia produktif 15-64 tahun bisa mencapai 60 persen dari total populasi.

Dimasa fase krusial ini - Education, Research and Development adalah sebuah kunci penting untuk menuju negara maju ekonomi.

Menurut Syarkawi Rauf di Harian Fajar, terdapat 33 negara yang mampu tumbuh lebih dari 10 persen dalam 50 tahun terakhir ini.

Misalnya Jepang yang mampu tumbuh dua digit selama sejak tahun 1960 – 1969.

Juga misalnya Brazil yang mampu melakukan hal sama dalam tahun 1966 – 1975. 

Meski mampu tumbuh double digit, ternyata ada perbedaan.

Jepang mendorong pertumbuhan ekonomi negaranya dengan berkonsentrasi dalam tabungan dalam negeri, peningkatan skilled worker dan proses adaptasi teknologi dari luar secara kuat.

Sementara Brazil lebih fokus pada reformasi keuangan dan modernisasi ekonomi.

Hasilnya, Jepang kini telah menjadi negara sangat maju dalam ekonomi dan pioneer dalam teknologi.

Pertanyaan terbesar, bagaimana persiapan kita menjelang fase nanti?

Bagaimana kesiapan industri maju kita?

Bagaimana level pendidikan maju kita?

Ya, masih banyak pekerjaan rumah kita saat ini.

Selain itu masalah rumit aneh lain semisal korupsi dan sejenisnya juga merusak gerak langkah langkah maju kita.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved